Ajudan Bupati Mamberamo Tengah Ditahan Polda Papua

by Redaksi

Ajudan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak berinisial Bripka SM telah menyerahkan diri setibanya dia di Jayapura pada Senin, 18 Juli 2022. Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan atau Kabid Propam Polda Papua Komisaris Besar Gustav Urbinas membenarkan informasi tersebut.

“Memang benar Bripka SM sejak Senin sudah menyerahkan diri ke Propam Polda Papua setibanya di Jayapura. Saat ini yang bersangkutan ditahan Propam Polda Papua di Jayapura,” kata Gustav Urbinas di Jayapura pada Kamis, 21 Juli 2022.

Penahanan Bripka SM itu berkaitan dengan kaburnya Ricky Ham Pagawak yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek pembangunan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ricky diketahui kabur ke Papua Nugini.

“Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (Bripka SM) masih dilakukan penyidik Propam Polda Papua,” kata dia.

Selain Bripka SM, Propam Polda Papua juga menahan Aipda AI, Bripka JW, dan Bripka EW.

“Tiga di antaranya anggota Brimob, kecuali Bripka EW yang merupakan anggota Polres Mamberamo Tengah,” kata Gustav.

Ricky Ham Pagawak kini telah masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO oleh KPK.

“Saat ini, salah satu pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian dan penerimaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah Provinsi Papua, benar KPK nyatakan telah masuk dalam DPO,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 18 Juli 2022.

Ali mengatakan untuk mengungkap keberadaan tersangka tersebut, tim penyidik KPK telah memanggil dan memeriksa berbagai pihak, di antaranya orang-orang terdekat tersangka RHP yang diduga turut membantu proses pelarian. “Saat ini, tim masih menganalisis berbagai keterangan pihak dimaksud,” kata dia.

Direktur Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol. Faizal Rahmadani mengatakan tersangka Ricky Ham Pagawak termonitor masuk melalui jalan setapak di Skouw setelah turun dari mobil yang ditumpanginya dengan membawa dua tas ransel.

“Supir hanya menurunkan RHP di pasar perbatasan RI-PNG di Skouw dan setelahnya kembali ke Jayapura,” ujar Faizal.

Artikel Terkait

Leave a Comment