Bantu Korban Longsor di Papua, Mensos Risma Gelontorkan Rp300 Juta

by Redaksi

Jayapura – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) merespon cepat bencana tanah longsor di lokasi Distrik Walait, Kabupaten Jayawijaya, Papua, dengan menginstruksikan pihaknya untuk memastikan kebutuhan dasar warga korban terdampak terpenuhi.

Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Adrianus Alla menyampaikan, Kemensos melalui Direktorat PSKBA menyalurkan berbagai bantuan dan santunan dengan nilai total Rp300.497.605. Baca Juga: Mensos Risma Berikan Bantuan Atensi dan Kewirausahaan 14 Korban Rudapaksa di Batang

“Sesuai arahan dari Bu Menteri, kami dari Kemensos telah mengirimkan bantuan yang diperlukan oleh para pengungsi, utamanya bantuan logistik yang mereka perlukan selama tinggal di pengungsian seperti foodware, perlengkapan dapur keluarga, family kit, pakaian, makanan siap saji dan yang lainnya,” ujarnya, dikutip Minggu (21/5/2023).

Adrianus mengungkapkan, bantuan disalurkan melalui gudang BBPPKS Jayapura berupa foodware 15 paket, perlengkapan dapur keluarga 15 paket, family Kit 15 paket, pembalut wanita 100 paket, pampers anak 50 paket, selimut 50 lembar, matras 75 lembar, velbet 10 paket, sandang dewasa 100 paket, dan kasur 50 lembar.

Lalu, bantuan lainnya berupa tenda gulung 20 set, tenda keluarga 15 set, kids ware 50 paket, makanan siap saji 200 paket, makanan anak 80 paket, lauk pauk siap saji 200 paket.

“Total bantuan kebutuhan para pengungsi senilai Rp234.497.605,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyerahkan santunan ahli waris untuk 3 jiwa dan santunan luka 6 jiwa. Total bantuan santunan senilai Rp66.000.000.

Diketahui, hujan deras yang melanda Distrik Walait Kabupaten Jayawijaya pada 10 Mei lalu mengakibatkan bencana tanah longsor di lokasi tersebut.

Setidaknya, ada 3 korban jiwa dalam kejadian ini, dan sebanyak 12 KK kini harus mengungsi. Baca Juga: Kunjungi 2 Anak Pengidap Penyakit Hidrosefalus di Sumenep, Mensos Risma Fasilitasi Pengobatan

“Kami berharap dengan adanya bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan para pengungsi,” kata Adrianus.

Ia juga mengimbau agar para warga khususnya yang tinggal di lokasi rentan bencana untuk senantiasa waspada menghadapi resiko bencana yang ada, khususnya ketika terjadi cuaca yang buruk.

Artikel Terkait

Leave a Comment