Cegah Intoleransi Radikalisme, FKPT Lampung Siap Gelar Festival Budaya

by Redaksi

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung rencana akan menggelar Festival Budaya “Youth of Indonesia” (YoI) pada tanggal 25-27 Juni 2024 di Taman Budaya Bandar Lampung.

Kepala Bidang Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung Ken Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mencegah intoleransi dan radikalisme di kalangan pemuda, disamping itu juga sebagai sarana kreasi budaya dengan menampilkan karya-karya budaya local atau local wisdom sebagai bentuk ekspresi keberagaman budaya sekaligus mempromosikan keberagaman budaya Lampung.

Adapun jenis lomba yang akan dilaksanakan adalah Lomba tari tradisional, pentas musik, pakaian tradisional, pantun dan kuliner, peserta bisa perorangan atau group. Jelas Ken

Pendaftaran sudah dibuka dan calon peserta bisa langsung menghubungi  whatsapp 0898-5151-228

Ken menyampaikan selain kegiatan festival Budaya, dalam melakukan pendekatan kepada pelajar, Bidang Pemuda dan pendidikan FKPT Lampung  juga rutin mengadakan road show ke sekolah, kampus dan pesantren untuk mengkampanyekan bahaya intoleransi radikalisme dan terorisme.

Disamping itu FKPT Lampung juga telah menyelenggarakan kegiatan olahraga rutin tahunan seperti Liga Futsal FKPT CUP Lampung, Aksi Musik Bangsa (ASIK BANG), Kampus Rakyat Terpilih Indonesia (KARAKTER ID) melalui pelatihan podcast dan juga sosialisasi budaya Lampung lewat Game Edukasi “Jelajah Lampung Berjaya” dan “Rahasia Bangkitnya Nusantara” Karya Fitria Khasanah yang saat ini bisa di dapat atau diunduh melalui Play Store android.

Ken mengharapkan kegiatan ini dapat memperkuat solidaritas pemuda dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk isu-isu kebangsaan.

Bahwa pemuda adalah agen perubahan, pemuda harus menjadi teladan yang dapat menginspirasi untuk bersatu, berkolaborasi dan berkontribusi positif untuk menyampaikan informasi positif dan membangun masyarakat yang lebih sadar tanggap terhadap persoalan intoleransi radikalisme dan terorisme. Tutup Ken.

Artikel Terkait

Leave a Comment