Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur mulai dikebut. Hal ini menyumbang dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kalimantan tumbuh 5,56% pada kuartal II-2023. Capaian itu paling besar disumbang oleh Kalimantan Timur (Kaltim) dengan andil 3,55% yang bersumber dari pertambangan dan penggalian, konstruksi dan industri pengolahan.

“Konstruksi di Kaltim ini juga terkait dengan pembangunan yang masih di Kaltim terutama terkait pembangunan di IKN,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers, Senin (7/8/2023).

Sementara sumbangan dari Kalimantan Selatan, Barat, Utara dan Tengah tercatat tidak sebesar Kaltim. Kalimantan Selatan hanya menyumbang 0,73%, Kalimantan Barat 0,61%, Kalimantan Utara 0,34%, dan Kalimantan Tengah 0,33%.


Pertumbuhan Kalimantan yang sebesar 5,56% itu lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang sebesar 5,17% (yoy). Meski begitu, masih lebih rendah dari Sulawesi serta Maluku dan Papua yang tumbuh masing-masing 6,64% dan 6,35%.

BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2023 masih lebih kecil dibandingkan triwulan II-2022 yang sebesar 5,44%. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi kontributor utama ekonomi nasional dengan pertumbuhan sebesar 5,18% (yoy).

“Jawa tumbuh 5,18% setelah triwulan yang sama tahun lalu sebetulnya tumbuhnya cukup tinggi yaitu 5,65%. Sumber pertumbuhan utama dari infokom, perdagangan dan jasa perusahaan,” ucapnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment