Dampak Positif Perhelatan World Water Forum ke-10 di Bali

by Redaksi

Perhelatan World Water Forum ke-10 (WWF ke-10) di Bali tidak hanya sekadar acara internasional yang mengumpulkan pemimpin dunia dan pelaku bisnis ternama, tetapi juga membawa dampak positif yang signifikan, terutama bagi pertumbuhan ekonomi di Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

Dalam wawancara dengan Fithra Faisal Hastiadi, PhD, senior ekonomis di Samuel Sekuritas sekaligus dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, disampaikan bahwa perhelatan ini memiliki dampak langsung terhadap industri pariwisata di Bali. Kehadiran pemimpin dunia dan tokoh bisnis seperti Elon Musk di acara tersebut menjadi magnet yang potensial untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali.

Namun, dampak positif perhelatan ini tidak hanya terlihat pada sektor pariwisata. Fithra menjelaskan bahwa perhatian terhadap kebersihan air, sanitasi, dan keberlanjutan (sustainability) yang menjadi fokus dalam forum ini merupakan bagian integral dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDGs nomor 6 mengenai air bersih dan sanitasi. Pembicaraan mengenai keberlanjutan ekonomi juga mencakup aspek intertemporal, di mana tidak hanya pertumbuhan ekonomi saat ini yang dipertimbangkan, tetapi juga keseimbangan ekonomi yang berkelanjutan untuk masa depan.

Selain itu, perhelatan ini juga menjadi momentum penting dalam konteks geopolitik global. Fithra menggambarkan bagaimana di tengah ketegangan antara negara-negara besar, forum seperti ini dapat menjadi wadah untuk menyatukan berbagai pihak dalam mencari solusi atas tantangan bersama, seperti krisis air yang dihadapi oleh banyak negara.

Deklarasi yang dihasilkan dari forum ini menjadi pengejawantahan dari kesepakatan dan konsensus global mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air. Meskipun deklarasi tersebut merupakan langkah awal, Fithra optimis bahwa hal tersebut akan menghasilkan implementasi konkret di lapangan.

Salah satu hal penting yang dibahas dalam forum adalah usulan mengenai Global Water Fund, yang bertujuan untuk menyediakan pendanaan global bagi negara-negara yang membutuhkan untuk menjaga keberlanjutan air. Fithra menyoroti pentingnya pendanaan bersama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh negara-negara yang belum maju secara ekonomi.

Selanjutnya, Fithra menekankan bahwa perhelatan ini menunjukkan komitmen global untuk menangani tantangan air secara bersama-sama. Meskipun tidak ada jaminan bahwa perhelatan ini akan langsung mengatasi semua masalah, ia percaya bahwa kehadiran pemimpin global yang peduli terhadap keberlanjutan menandakan bahwa dunia sedang menuju arah yang lebih baik.

Secara keseluruhan, perhelatan World Water Forum ke-10 di Bali tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya menjaga sumber daya air dan keberlanjutan ekonomi. Dengan komitmen dan kolaborasi yang diperlihatkan dalam forum ini, diharapkan akan tercipta langkah-langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan air bagi generasi mendatang.

Artikel Terkait

Leave a Comment