Dari Diskusi Kebangsaan, Pemuda Dan Tokoh Masyarakat Di Tanah Adat Bomberay, Sepakat Hal Ini

by Redaksi

Deklarasi pemuda dan tokoh masyarakat adat Bomberay di Kabupaten Fakfak.

Fakfak, Papua Barat, nusaraya.online – Komunitas Pemuda Peduli Pembangunan Bangsa Kabupaten Fakfak menyelenggarakan Diskusi Kebangsaan Membangun Kebersamaan dalam Bingkai Kebhinekaan.

Diskusi yang dilangsungkan di Gedung Diklat Pemerintah Daerah Fakfak pada Senin, 29 Maret 2022 ini, dihadiri seratus orang lebih, yang berasal dari organisasi kemasyarakatan OKP dan akademisi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom, S.E., M.M. yang dibacakan oleh Sahrudin dari Kesbangpol Kabupaten Fakfak menyampaikan, menyikapi persoalan bangsa, khususnya di Kabupaten Fakfak, perlu diperbanyak adanya forum-forum diskusi yang berisikan tentang wawasan kebangsaan di kalangan pemuda Fakfak.

“DItengah maraknya permasalahan bangsa, saudara-saudara yang tergabung dalam Pemuda Peduli Pembangunan Bangsa Kabupaten Fakfak, mampu melihat subtansi permasalahan yang aktual lalu diangkat menjadi satu isu yang menarik, sehingga dapat memberikan  pencerahan kepada kondisi bangsa khususnya Kabupaten Fakfak,” ungkapnya.

Wakil Bupati Fakfak suka menyinggung adanya aliran yang diduga sesat, yang menjadi isu hangat di Kabupaten Fakfak akhir-akhir ini.

“Aliran-aliran ini merusak tatanan kehidupan orang Mbaham yang telah ditanamkan secara turun temurun oleh nenek moyang kita, yaitu “Idu Idu Jojour Maninina”. Tatanan kehidupan yang berdasarkan kasih dan saling menjaga ditengah perbedaan. Tatanan seperti inilah yang patut kita rawat dan kita tanam didalam kehidupan kita dinegeri ini,” ujar Yohana.

Diskusi ini sendiri berjalan dengan penuh dinamika. Tokoh-tokoh masyarakat yang dihadirkan dalam diskusi ini memberikan warna yang semarak, apalagi ketika menyangkut Daerah Otonomi Baru atau DOB.

Menyangkut masalah DOB, hampir tidak ada perbedaan dari peserta yang hadir. Mereka berpandangan bahwa, DOB sangat diperlukan karena memiliki nilai positif yang lebih banyak.

Raja Petuanan Rumbati Gani Bauw yang juga anggota DPRD Kabupaten Fakfak menjelaskan, adanya daerah otonomi baru akan memperpendek rentang kendali pemerintahan, yang memiliki nilai positif bagi masyarakat.

“Dengan demikian akan mempercepat pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Selain itu adanya DOB diharapkan menumbuhkan lapangan pekerjaan baru, tatanan kemasyarakatan yang baru, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gani Bauw.

Senada, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama atau FKUB yang juga Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Fakfak, Ali Hindom, S.Pd. mengatakan, “Kabupaten Fakfak merupakan kabupaten tertua. Maka pembentukan DOB sangat baik untuk memeratakan pembangunan disetiap daerah.”

Usai diskusi, peserta melakukan deklarasi pemuda dan tokoh masyarakat di tanah adat Bomberay di Kabupaten Fakfak, dengan membubuhkan tanda tangannya.

Pemuda dan tokoh masyarakat sepakat menolak segala bentuk upaya memecah belah bangsa dan mendukung upaya penyelesaian masalah di Papua secara bermartabat dan damai.

Sumber: infofakfak.com

Artikel Terkait

Leave a Comment