Forma SKSG UI: Presidensi G20 Momen Strategis Meningkatkan Ekonomi Indonesia

by Redaksi

Forma SKSG UI  mengadakan Public Lecture dengan tema “Tingkatkan Investasi dan Ekonomi Bangsa bersama Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia sebagai pembicara utama pada Selasa, 12 Juli 2022 di SKSG Universitas Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dies natalis ke-6 SKSG UI serta menyambut penyelenggaraan Forum G-20 di Bali.

Public Lecture tersebut menghadirkan Menteri Investor Bahlil Lahadalia sebagai pembicara utama. Dihadiri pula oleh dr. Agustin Kusumayati, M.Sc (Sekretaris Rektor), Saleh Husin (Ketua Majelis Wali Amanah UI), Athor Subroto, Ph.D (Direktur SKSG UI) dan seluruh Kaprodi di SKSG UI.

G20 memiliki peranan strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Menurut Ketua Forma SKSG UI  (Forum Mahasiswa Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia), Bahal Siregar, Petumbuhan Ekonomi  Indonesia akan mendapat pengaruh positif dari G20.

“Dengan keanggotaannya (G20) yang terdiri dari kombinasi negara maju dan berkembang yang merupakan 66 persen populasi dunia. Maka dari itu, ada harapan yang sangat optimis dengan terpilih Indonesia menjadi Presiden G-20 akan sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.” Ungkapnya dalam wawancara media di Public Lecture tersebut.

Selanjutnya, Bahal menjelaskan momen G-20 tersebut dapat menopang kondisi sistem keuangan di era digital. 

Hal yang sama disampaikan oleh Direktur SKSG UI, Athor Subroto, Ph.D dalam sambutannya “

Investasi menjadi motor pembangunan Nasional Indonesia, hal ini tidak luput adanya peran keberhasilan menteri Investasi /Kepala BKPM Bapak Bahlil Lahadalia dalam mencapai target-targetnya. Sehingga dalam masa pandemi sekalipun Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat baik”.

Ungkapan senada disampaikan menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, bahwa peran Indonesia dalam G-20 ini untuk mengantisipasi trend investasi digital dan keadilan investasi antara negara maju dan berkembang.

“Peran Indonesia dala G20 ada 3 hal besar: pertama, ketidakadilan investasi negara maju-berkembang. Isu kedua hilirisasi negara maju belum ikhlas kepada negara berkembang untuk maju. Ketiga, mengantisipasi trend investasi digital agar data center ada di negara kita.”

Menurut Bahlil, terpilihnya Indonesia menjadi Presidensi G-20 tidak terlepas dari kesuksesan mengendalikan pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi nasional pun meningkat sekitar 5,1%.

“Kondisi pertumbuhan ekonomi nasional kita meningkat 5,1% berasal dari konsumsi 54% investasi 32% sisanya ekspor import dan ascending government ”. Tambah Menteri Investor dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal tersebut.

Forma SKSG UI bersama pemerintah turut menyukseskan Presidensi G20 dengan mensosialisasikan ke mahasiswa atau masyarakat.

Artikel Terkait

Leave a Comment