Generasi muda berperan penting dalam sukseskan Pemilu 2024 mendatang agar para pemilih, khususnya milenial meningkat secara kualitas dan kuantitas sehingga menciptakan demokrasi maju dan sosok panutan yang menginspirasi.

Menjelang Pemilu 2024 generasi milenial memberikan peran penting dalam kesuksesan pelaksanaan Pemilu mendatang. Pasalnya, hak suara mereka sangat dibutuhkan untuk Indonesia yang lebih baik dan maju, sehingga mereka diminta untuk mengawal pemilu kali ini.

Hal ini didukung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Prof. Dr. Mahfud MD dalam sebuah Talkshow.
Dirinya meminta kepada generasi muda agar menggunakan hak pilihnya dengan bijak serta turut mengawal pelaksanaan pemilu.

“Generasi muda harus mengawal pemilu ini agar demokrasi kita semakin maju. Jangan ditinggal, bila kurang sempurna, perbaiki,” katanya dalam Talkshow di Graha Sabha Pramana.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai media baik secara langsung maupun melalui sosial media. Tentunya, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas para pemilih di Pemilu 2024 mendatang.

Mendekati tahun politik, tentunya tak terlepas dari berita bohong yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab seperti isu yang banyak beredar baru-baru ini mengenai penundaan Pemilu hingga tahun 2029. 

Padahal, pemerintah masih mengikuti jadwal Pemilu yang telah ditetapkan bersama dengan DPR, KPU, dan Pemerintah yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Februari 2024 mendatang.

Menanggapi berita-berita bohong yang beredar, dalam salah satu kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Semarang, Novi Maria Ulfah selaku anggota KPU Kota Semarang berkesempatan untuk menyampaikan pentingnya informasi pemilu yang didapatkan.

“Kita juga harus bijak dan cerdas dalam menerima setiap informasi tentang pemilu agar tidak ikut menyebarkan berita hoax ataupun informasi yang tidak benar,” jelasnya.

Bahkan, Mahfud MD turut mengingatkan pula kepada pemuda bangsa saat ini agar dapat menyaring berita yang didapatkan supaya tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoax di luaran sana mengenai Pemilu 2024.

“Jangan sekali-kali bikin hoax apalagi ikut menyebarkan karena bisa kena pasal,” tuturnya.

Bersama dengan hal ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X Gubernur DIY melalui pidatonya yang diwakili oleh KGPA Paku Alam X selaku Wakil Gubernur menginginkan agar Pemilu mendatang dilaksanakan secara adil dan transparan agar para anak muda memiliki sosok Pemimpin sekaligus panutan.

“Kita ingin Pemilu nantinya dilaksanakan secara adil dan transparan sehingga bagi generasi muda memiliki panutan yang menginspirasi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment