Manokwari – Lukas Enembe segera diadili atas kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infratruktur di Pemerintah Provinsi Papua. KPK telah merampungkan penyidikan kasus gubernur nonaktif Papua itu.

Berkas penyidikan Lukas Enembe akan diserahkan kepada tim jaksa penuntut umum.

“Setelah berkas perkara, baik syarat formil maupun materiilnya lengkap, hari ini diagendakan pelaksanaan penyerahan tersangka dan barang bukti dengan tersangka LE (Lukas Enembe) dari tim penyidik kepada Jaksa KPK,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (12/5/2023).

Sementara itu, masih kata Ali, terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Lukas Enembe masih berjalan dalam tahap penyidikan. Tim penyidik KPK, masih membutuhkan waktu merampungkan berkas TPPU Lukas Enembe.

Pada kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Pemerintah Provinsi Papua, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yakni, Lukas Enembe dan Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka.

Rijatono disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Lukas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan pasal 12B UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel Terkait

Leave a Comment