Pemerintah Provinsi Riau mencatat realisasi investasi periode Januari-Juni 2022 mencapai sebesar Rp 44,4 triliun. Serapan tenaga kerja mencapai 32.385 orang.

uuid-in-package:7eaf19e4-19b3-1a3d-1b2f-1a3d19b37eaf

“Provinsi Riau masuk dalam lima provinsi tertinggi investasi di Indonesia dan peringkat pertama di Sumatera,” kata Gubernur Riau Syamsuar di Pekanbaru, Riau, Kamis (21/7/2022).

Dia mengatakan berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), lima provinsi dengan investasi tertinggi yakni peringkat pertama Provinsi Jawa Barat dengan nilai investasi sebesar Rp 83,5 triliun. Disusul DKI Jakarta sebesar Rp 80,5 triliun, Jawa Timur Rp 53,5 triliun, Sulawesi Tengah Rp 52,1 triliun, dan Riau dengan nilai Rp 44,4 triliun.

“Alhamdulillah, investasi kita mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 32.385 orang dan 22 tenaga kerja asing (TKA) dengan tentunya tetap memberikan kemudahan layanan dan regulasi dalam mendukung peningkatan investasi di Riau,” katanya.

Ia menyebutkan, serapan tenaga kerja sebanyak itu bergerak di bidang usaha industri kertas dan percetakan, industri kimia dan farmasi, listrik, gas dan air, industri makanan, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Selain itu, sektor perdagangan dan reparasi, industri mineral nonlogam, transportasi gudang dan telekomunikasi, konstruksi, hotel dan restoran, industri tekstil, industri karet dan plastik, pertambangan, industri logam dasar barang logam, mesin dan elektronik, industri kendaraan bermoto, industri barang dari kulit dan alas kaki dan lainnya.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau, realisasi investasi Rp 44,4 triliun itu meningkat 92,4 persen dari Januari-Juni 2021 yang mencapai Rp 23,1 triliun. Target realisasi investasi 2022 yang diberikan oleh BKPM RI kepada Pemerintah Provinsi Riau sebesar Rp 60,46 triliun (5,04 persen porsi terhadap nasional) dan pada triwulan II (April-Juni) 2022, Provinsi Riau telah mencapai Rp 20,7 triliun (137,1 persen) untuk target per triwulan. Sedangkan, Januari-Juni 2022 telah mencapai Rp 44,4 triliun (73,4 persen) terhadap target tahunan.

Artikel Terkait

Leave a Comment