Kasus TPPU Lukas Enembe, 3 Orang Dicegah ke Luar Negeri

by Redaksi

Jayapura – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan pencegahan terhadap tiga orang kepada Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Pencegahan ini terkait perkara dugaan pencucian uang yang menjerat Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe.

“KPK kembali ajukan cegah pada tiga orang pihak swasta untuk tetap berada di wilayah Indonesia,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (17/5/2023).

  1. Deretan sosok yang dicegah KPK ke luar negeri

Kasus Pencucian Uang Lukas Enembe, 3 Orang Dicegah ke Luar Negeri(IDN Times/Irfan Fathurohman)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga pihak swasta yang dicegah adalah JY, DY, dan Direktur PT RDG berinisial GI. Ali mengatakan, pencegahan ini berlaku selama enam bulan atau hingga November 2023.

“Sikap kooperatif dari para pihak dimaksud diperlukan agar dapat membantu keberlangsungan pengungkapan adanya aliran uang dan kepemilikan aset dari tersangka LE,” jelas Ali.

  1. Lukas Enembe tersangka suap, gratifikasi, dan pencucian uang

Kasus Pencucian Uang Lukas Enembe, 3 Orang Dicegah ke Luar NegeriTersangka Gubernur Papua Lukas Enembe menggunakan kursi roda dan dikawal seusai dibawa dari RSPAD ke ruang pemeriksaan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/1/2023). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi sejak beberapa bulan lalu. Ia disebut menerima suap dan gratifikasi dari Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka, senilai Rp1 miliar.

Uang itu diterima setelah Enembe memberikan jatah pengerjaan tiga proyek infrastruktur di Provinsi Papua kepada Direktur PT Tabi Bangun Papua. Proyek tersebut antara lain peningkatan Jalan Entrop-Hamadi senilai Rp14,8 miliar, rehabilitasi sarana dan prasarana penunjang PAUD senilai Rp13,3 miliar, dan proyek multi years penataan lingkungan venue menembak outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.

Tak hanya itu, Lukas Enembe juga diduga telah menerima gratifikasi dari berbagai pihak yang nilainya mencapai Rp10 miliar. Hal tersebut masih terus didalami KPK dalam proses penyidikan.

Setelah dilakukan penyidikan dan ditemukan bukti permulaan yang cukup, KPK mengembangkan kasus Lukas Enembe dengan menetapkannya bersama Rijatono Lakka sebagai tersangka pencucian uang.

  1. Lukas Enembe ditangkap saat sedang makan

Kasus Pencucian Uang Lukas Enembe, 3 Orang Dicegah ke Luar NegeriTersangka Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) yang duduk di kursi roda dikawal petugas menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/1/2023). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Diketahui, Lukas Enembe ditangkap KPK pada Rabu, 11 Januari 2023. Ia ditangkap ketika sedang makan papeda di sebuah rumah makan.

Setelah ditangkap, Enembe digiring dengan pengawalan ketat ke Bandara Sentani, Papua untuk diterbangkan ke Jakarta.

Sejumlah massa melakukan perlawanan saat mengetahui kabar penangkapan Lukas Enembe tersebut.

Setibanya di Jakarta, Lukas Enembe langsung dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan. Ia sempat merasakan empuknya kasur rumah sakit selama semalam, sebelum akhirnya ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Artikel Terkait

Leave a Comment