KKB Makin Terpuruk, Warga Intan Jaya Papua Makin Cinta TNI-Polri, Serahkan Diri, Senjata dan Amunisi

by Redaksi

Jayapura – Kondisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua disinyalir kini semakin terpuruk. Pasalnya, sejumlah anggota KKB ada yang tertangkap serta menyerahkan diri ke aparat TNI-Polri. Selain itu, senjata api serta amunisi yang dikuasai KKB juga banyak yang sudah disita aparat.

Karena banyaknya anggota yang ditangkap dan juga menyerahkan diri, serta pasokan senjata dan amunisi yang berkurang, membuat KKB tak bisa berkutik. Kondisi KKB yang terpuruk saat ini tentunya ada peran dari aparat TNI-Polri, untuk kedamaian Bumi Cenderawasih.

Berbagai upaya yang dilakukan TNI-Polri di Tanah Papua untuk menciptakan kedamaian, ternyata mendapatkan dukungan penuh dari warga Papua. Warga semakin mencintai prajurit TNI yang bekerja setulus hati melindungi mereka.

Terbukti, beberapa waktu lalu, warga Intan Jaya menyatakan kesiapannya melawan KKB. Warga Intan Jaya juga berani berhadapan dengan KKB dengan cara menyiagakan busur panah mereka.

Yang membuat warga Intan Jaya semakin mencintai TNI-Polri adalah kerja nyata, kerja ikhlas dan kerja keras dari para Ksatria Tengkorak Kostrad, Pimpinan Letkol Inf Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila.

Dikutip dari berbagai sumber, Letkol Inf Ardiansyah, disebut sosok yang selalu memberdayakan warga Intan Jaya agar memiliki penghasilan setiap hari. Makanya, para pemuda di Intan Jaya sebagian besar menjadi tukang ojek. Karena, menjadi tukang ojek di Intan Jaya cukup menjanjikan, dan membuat pemuda dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Hal yang sama juga dirasakan oleh para emak-emak di Papua. Selama tujuh bulan kebelakang, Pasukan Tengkorak Kostrad memiliki program borong hasil bumi.

Pasukan Tengkorak Kostrad dianggap oleh emak-emak di Papua telah membuat perputaran roda perekonomian masyarakat Intan Jaya berubah secara signifikan.

Emak-emak begitu senang saat semua hasil kebunnya diborong habis oleh para Ksatria Tengkorak.

Karena setiap harinya menghasilkan uang, para emak-emak di Intan Jaya ini pun akhirnya lebih betah berada di kebun, sehingga dapur dirumah emak-emak ini selalu berasap.

Tak heran, jika warga Intan Jaya sangat membenci KKB yang ingin mengganggu TNI-Polri.

Bahkan, mereka siap membantu TNI-Polri dalam melawan serangan KKB.

Artikel Terkait

Leave a Comment