KKB Papua Menyerah Lagi, Kini 13 Pentolan KNPB di Maybrat Sadar dan Pilih Kembali Ke NKRI

by Redaksi
Kelompok Masyarakat Peduli NKRI membakar atribut KNPB saat berunjukrasa menolak keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di halaman Kantor Walikota Sorong, Papua Barat, Selasa (31/5). Mereka menolak dan meminta pemerintah segera membubarkan Ormas KNPB karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/pd/16

Jayapura – KKB Papua menyerah lagi, sebanyak 13 anggota KNPB berbondong-bondong menyatakan kembali ke pangkuan NKRI.

Belasan anggota KKB Papua itu berasal dari Kabupaten Maybrat. Mereka diterima diterima langsung Danrem 181/Praja Vira Tama (PVT) Sorong, Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan.

“Jadi mereka ini datang dengan kerendahan hati. Mereka datang dengan kesadaran diri mereka.

Ada tiga sektor, yaitu sektor Aimas, sektor Tikimana Aifat Timur Jauh, dan sektor Siwa Aifat Timur,” ungkap Juniras di Makorem.

Seperti dilansir dari Tribun Papua dalam artikel ’13 Pentolan KNPB Maybrat Kembali ke Pangkuan NKRI, Brigjen Juniras Lumbantoruan Bilang Begini’.

Ia menegaskan, 10 anggota beserta pimpinan KNPB Maybrat resmi mengundurkan diri dari organisasi tersebut dan ingin membangun negeri bersama dengan pemda.

“Mereka sadar selama ini tergabung dalam organisasi terlarang, dan menghambat pembangunan di Maybrat,” tuturnya.

“Kami juga sudah sepakat untuk membantu seupaya kami untuk kemajuan adik-adik ini. Karena mereka juga punya masa depan, baik mereka sendiri maupun keluarganya,” katanya.

Juniras menyampaikan terima kasih kepada mereka yang memilih bergabung kembali ke NKRI dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan.

“Mereka juga sudah sepakat bersama-sama dengan TNI-Polri untuk menciptakan kedamaian di Kabupaten Maybrat.

Dari ketiga pimpinan sudah berjanji akan memanggil teman-temannya yang lain untuk kembali bergabung ke NKRI,” ujar Juniras.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Fernando Solossa mengatakan, sebagai wakil rakyat ia berharap kelompok KNPB yang masih berada di luar untuk menunjukan sifat koperatif dan kembali menyerahkan diri.

“Sehingga ini akan menjadi pertimbangan pimpinan daerah dan juga pimpinan TNI-Polri.”

“Jika sudah terlibat dalam berbagai kejadian yang terjadi di Kosor dan Fakario secara gentlemen mari menyerahkan diri karena pemerintah daerah dan didukung oleh TNI-Polri kami tidak akan mundur selangkah pun dalam rangka menjaga keutuhan NKRI karena Maybrat merupakan intergral,” tegas Fernando.


Artikel Terkait

Leave a Comment