Kunjungi Papua, Mensos Risma Akan Bangun Water Treatment Di Pedalaman Asmat

by Redaksi
Balai Sosial Kampung Erosaman. Bangunan ini diresmikan Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma pada November 2021. Risma meresmikan Balai Sosial sebagai tempat pemberdayaan masyarakat.

Balai Sosial Kampung Erosaman. Bangunan ini diresmikan Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma pada November 2021. Risma meresmikan Balai Sosial sebagai tempat pemberdayaan masyarakat.

Jayapura, nusaraya.online – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma mengunjungi Kampung Erosaman dan Amagais di Kabupaten Asmat Provinsi Papua.

Risma akan membangun water treatment sehingga masyarakat setempat dapat akses air bersih. Pasalnya selama ini, masyarakat hanya mendapatkan air bersih dari hasil menampung dari pohon sagu.

“Insya allah nanti di beberapa distrik karena saya nggak hapal distriknya ada berapa kita akan berikan penjernih air. (Pembersih air) ini akan menggunakan tenaga surya,” katanya saat ditemui di Kampung Amagais, Distrik Derkomour, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Kamis 24 Maret 2022.

Dalam kunjungannya ke sejumlah kabupaten di Papua, Risma meninjau program bantuan yang sebelumnya sudah disalurkan kepada warga.

Selain itu, ia menyebutkan kedatangannya ke Papua juga untuk mengevaluasi bantuan-bantuan yang belum maksimal.

“Kita sudah beberapa ada program, saya mengevaluasi yang kira-kira apa yang belum sesuai atau belum maksimal,” ucapnya.

Sebelumnya, Risma mengunjungi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Klasis Sarmi Barat, Kabupaten Sarmi. Ia mendirikan Rumah Produksi Olahan Hasil Laut dan Sembako di Apawer, Kabupaten Maberamo.

Rumah produksi tersebut, menjadi pusat unggulan putra-putri Papua yang dididik dan diasah kemampuan vokasionalnya, termasuk dalam mengembangkan usaha ekonomi.

“Nanti hasil pertanian dari Mamberamo diolah di Sarmi. Setelah ada hasil olahannya, nanti disalurkan ke Jayapura. Karena itu, kami bantu juga dengan truk yang bisa membawa dari Maberamo ke Sarmi dan dari Sarmi ke Jayapura,” katanya.

Risma menyatakan, pendirian Rumah Produksi dan bantuan truk, diharapkan menghidupkan koneksitas Mamberamo-Sarmi-Jayapura, yang dia sebut sebagai ‘koridor Mamberamo’.

Dengan terhubungnya ‘koridor Mamberamo’ diharapkan membangkitkan perekonomian masyarakat setempat, dan perlahan meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Misalnya hasil pertanian buah pepaya. Nanti yang grade 1 bisa dijual, yang grade 2 diolah di sini supaya ada nilai tambah. Yang grade 3 baru dikonsumsi. Untuk distribusi saya siapkan truk. Jadi dengan begitu semoga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat, salah satunya adalah perhatian serius warga terhadap pendidikan.

“Mereka menyatakan ingin meningkatkan kualitas pendidikan untuk anak-anak. Saya sudah rencanakan untuk membuat Balai Desa. Tapi itu perlu adanya kepastian terhadap keberlanjutannya,” katanya.

Risma juga sempat mengunjungi Distrik Navigasi, Jayapura untuk menyerahkan bantuan kapal melalui Koperasi Membramo Raya/GIDI sebanyak lima unit. Kemudian ke YPK GKI satu unit.

Selain kapal, Risma juga menyerahkan bantuan berupa Mobil Innova yang dapat digunakan untuk operasional Pendidikan Yayasan Mega.

Pada kesempatan tersebut, Risma juga menyerahkan sekaligus dua unit motor listrik untuk Fakultas Teknil Universitas Cendrawasih dan GPI Asmat.

Risma juga melakukan nota kesepahaman (MoU) untuk Mobil Operasional Gereja Injili di Indonesia (GIDI), pembuatan kapal Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Uncen, dan GKI (5 unit).

“Siapa pun umat yang ingin maju pasti Tuhan bantu. Ini wujud nyata, waktu saya sampaikan banyak yang tidak percaya diri, tapi kini terlihat oleh semuanya telah ada di hadapan kita kapal speedboat dan motor listrik,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat

Artikel Terkait

Leave a Comment