Jakarta – Aktivis HAM Yan Christian Warinussy menilai pernyataan Gubernur Lukas Enembe dalam potongan video yang viral dalam dua hari terakhir ini soal ‘Orang Papua Tidak Happy’ adalah tidak proporsional.

Warinussy yang merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari itu mengatakan tayangan pendek tersebut memperlihatkan Lukas Enembe tengah berdiri ditemani sejumlah orang.

Dimana Gubernur Lukas Enembe mengenakan kemeja khas Batik Papua serta berkalung bunga. Cuplikan video yang diunggah sejak Selasa (8/2/2022) di jejaring sosial, memunculkan reaksi tanggapan dari netizen.

Bagi Warinussy, pernyataan Gubernur Lukas Enembe tak langsung menjawab pertanyaan publik kemana Gubernur Papua selama ini.

Gubernur Lukas Enembe, kata Warinussy selayaknya membela rakyat. Misalnya dengan menyerukan perdamaian atas pertikaian di sejumlah daerah.

Lanjut dia, berkewajiban sebagai pemimpin mensejahterakan (memenuhi kebutuhan) masyarakat atau menghentikan penembakan antara Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka dengan TNI/Polri.

“Anda sudah melakukan apa? paling tidak Gubernur menyerukan menghentikan penembakan karena sudah buat rakyat menderita,” katanya.

Artikel Terkait

Leave a Comment