Masyarakat Adat Saireri Mewujudkan Papua Aman dan Damai

by Redaksi

Sekretariat LMA Kabupaten Biak Numfor, masyarakat adat Saireri melakukan Deklarasi dalam rangka mendukung keberlanjutan Implementasi UU Otsus Nomor 02 Tahun 2021 dan DOB. Selain itu melalui deklarasi ini masyarakat Saireri juga mendukung upaya penyelesaian permasalahan Papua secara bermartabat melalui rekonsiliasi dan restitusi menuju papua aman dan damai.

David Rumansara (Ketua LMA Wilayah II Saireri) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi kita semua demi membangun dan mendukung segala kebijakan pemerintah dalam hal ini untuk menyiapkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

David Rumansara juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Mananwir/ketua adat dan tokoh agama serta tokoh masyarakat yang mana telah hadir di saat siang ini dalam rangka melaksanan Forum diskusi, dinamika perkembagan situasi keamanan di Papua, keberlanjutan Otsus Jilid II di Papua, DOB serta upaya mempertahankan NKRI di Tanah Papua.

Adapun isi Deklarasi Masyarakat Wilayah Adat Saireri Kabupaten Biak Numfor antara lain :

Dengan Rahmat Tuhan yang maha Esa Kami masyarakat Wilayah Adat Saireri yang ada di Kabupaten Biak Numfor, dengan ini menyatakan Sikap bahwa :

  1. Kami seluruh Masyarakat Wilayah Adat Saireri mendukung Upaya segala penyelesaian konflik di Papua secara bermartabat demi tercapainya Papua yang Damai.
  2. Kami Masyarakat Wilayah Adat Saireri Bertekad, mendorong penyelesaian masalah Papua secara rekonsiliasi dan Restitusi menuju Papua yang Aman.
  3. Kami Masyarakat Wilayah Adat Saireri mendukung Implementasi UU Otsus Nomor : 02 Tahun 2021dan rencana pemekaran DOB menuju Papua Damai, Aman dan Sejahtera.

Penandatangan pernyataan sikap dilakukan oleh beberapa perwakilan dari tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat diantaranya :

  1. Bapak Yopie Smas (Ketua Napa Biak)
  2. Bapak J.J.K Mandibodibo (Ketua KKB/Kainkain Kakara Biak)
  3. Bapak Kostan N. Rumpaidus (Staf DAB/Daerah Adat Biak)
  4. Bapak Anton Yarangga (Staf DAB/Daerah Adat Biak)
  5. Bapak Bastian Kambu (Mewakili Mananwir Papua Barat)
  6. Bapak Kores Kmur (Tokoh Masyarakat Distrik Swondiwe Biak Barat)
  7. Bapak Ferry Kmur (Mananwir/Ketua Adat Kampung Krisdori Distrik Biak Barat)
  8. Usman Manggombo (Bamuskam)
  9. Sdr. Philip M (Mewakili Tokoh Pemuda)
  10. Yosina Krobo (Mewakili Tokoh Perempuan)
  11. B. Kambu (Mewakili Masyarakat Adat Mepago)
  12. Yakonias Kmur (Biak Barat)
  13. Frans Rumkorem (Mewakili Tokoh Masyarakat)
  14. Bapak Ofni Simbiak (Mantan Ketua MRP)
  15. Iptu Pitrisan (Mewakili Masyarakat Paguyuban di Wilayah Kab. Biak Numfor)
  16. Bapak David Rumansara (Ketua LMA Wilayah II Saireri Biak Numfor)
  17. Pdt. Faidiban S.Th (Ketua Klasis Wilayah Biak Timur/Mewakili semua Instasi Gereja)
  18. Bapak Sefnad Koibur (Jubir KKB/Kankain Karkara Biak)
  19. Sdri. Oliver Korwa (Tokoh Pemuda)

Sementara itu J.K Mandibodibo (Ketua KKB/Kankain Karkara Biak) mengatakan bahwa masyarakat Kankain Karkara Biak mendukung Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, terutama di Wilayah Saireri, karena sangat membantu kami dalam memperlancar pembagunan serta mempercepat sistem ekonomi bagi masyarakat di Wilayah Saireri. Sedangkan untuk Otsus Jilid II kami segenap tokoh adat Wilayah Saireri mendukung penuh kelanjutan Otonomi Khusus berdasarkan UUD yang sudah di terapkan oleh Pemerintah Indonesia, dengan harapan agar yang di utamakan adalah kesejahteraan masyarakat Papua. Serta Kami berharap dengan Otonomi Khusus tetap dilanjutkan akan mempercepat daerah otonomi baru (DOB) di Wilayah adat Saireri.

Kegiatan Deklarasi ini dilaksanakan untuk menyatukan pendapat masyarakat TABI dan secara Umum masyarakat Papua dalam mendukung implementasi Undang-undang Otsus Nomor: 2 tahun 2021 & mendukung Pemekaran DOB di Provinsi Papua, serta mendukung Pemerintah dalam penyelesaian permasalahan secara bermartabat demi terciptanya kedamaian di tanah Papua.

Artikel Terkait

Leave a Comment