Saat ini sudah ada 4 DOB (Daerah Otonomi Baru) di Papua yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Pemerintah mendukung penuh keempat DOB tersebut dengan mengucurkan dana APBD.

Kemudian, ada arahan dan pengaturan agar keempat provinsi baru tersebut bisa makin berkembang dan rakyatnya makmur.
Empat DOB baru di Papua sudah resmi berdiri. Adanya DOB merupakan permintaan dari masyarakat Papua yang langsung beraudensi dengan Presiden Jokowi pada tahun 2019 lalu.

Saat provinsi-provinsi baru diresmikan di Papua merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap rakyat. Ketika ada pemekaran wilayah maka ada juga pemekaran potensi dan pembangunan yang masif sehingga warga di Bumi Cendrawasih bisa hidup dengan taraf yang lebih baik.

M Ridwan Rumasukun, Pelaksana Harian Gubernur Papua, menyatakan bahwa pemerintah mengerahkan segalanya dan sangat totalitas dalam mendukung 4 provinsi baru di Papua. Caranya dengan pengalihan ASN (dari provinsi lain) dan pemberian dana APBD kepada 4 DOB tersebut, guna mendukung penyelenggaraan tahap awal pemerintah.

Dalam artian, pemerintah pusat mendukung penuh 4 DOB baru di Papua, terutama dari segi finansial. Pemberian dana APBD diharap menjadi ‘modal’ awal untuk membangun provinsi baru. Baik gedung pemerintah, jalan antar wilayah, gedung sekolah, sampai dana untuk pemberdayaan masyarakat.
M Ridwan melanjutkan, pemerintah juga mendukung DOB lewat program strategis bersama. Salah satunya dengan memberikan dana Otsus (Otonomi Khusus). Otsus sangat penting karena menjadi sumber beasiswa bagi anak-anak Papua.

Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Presiden, menyatakan bahwa peresmian 4 DOB menjadi bentuk keberpihakan pemerintah dan DPR RI terhadap aspirasi masyarakat. Khususnya Orang Asli Papua (OAP) yang menginginkan langkah percepatan pembangunan kesejahteraan di wilayah Bumi Cendrawasih.

Dalam artian, pemerintah sangat memperhatikan masyarakat Papua dan akhirnya membuat pemekaran wilayah. Setelah 4 DOB ini resmi berdiri maka rakyat sangat gembira karena pemerintah berpihak kepada mereka.
Selama ini Presiden Jokowi sangat memperhatikan rakyat Papua, dan mencatat rekor sebagai kepala negara yang paling sering mengunjungi Bumi Cendrawasih. Beliau juga mengabulkan permintaan rakyat akan pemekaran wilayah Papua. Terlebih ketika Papua terlalu luas wilayahnya (hampir 40.000 m2) sehingga butuh provinsi-provinsi baru untuk mempermudah pengaturannya.

Oleh karena itu masyarakat sangat berterima kasih karena pemerintah telah mengabulkan permintaan, dengan menambah 4 provinsi baru. Presiden Jokowi terbukti berpihak kepada rakyat, khususnya orang asli Papua.
Jaleswari menambahkan, Papua memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, seperti Raja Ampat. Ada pula potensi pertambangan yang bagus, baik tambang emas maupun tembaga. Oleh karena itu perlu ada kolaborasi dari pemerintah daerah, masyarakat adat, civitas akademika, pengusaha, sehingga Papua ini makin maju.
Dalam artian, Papua akan tumbuh menjadi wilayah yang makmur. Dengan dana APBD dari pemerintah pusat maka daerah-daerah wisatanya akan berkembang lagi. Tak hanya Raja Ampat tetapi juga tempat lain. Rakyat bisa berjualan suvenir, makanan, dan menawarkan losmen kepada para wisatawan.

Pemerataan pembangunan sangat diperlukan agar masyarakatnya makin maju. Ketika Provinsi Papua Barat Daya berdiri maka didirikan kantor pemerintahan provinsi yang baru. Otomatis jalan dan infrastruktur lain terus diperbaiki. Masyarakat Papua sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat karena sejak provinsi baru berdiri, akan ada banyak perubahan positif di sana.

Artikel Terkait

Leave a Comment