Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat khususnya masyarakat yang tinggal Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur.

Dukungan tersebut tentu akan sangat berguna bagi progres pembangunan IKN. Salah satu dukungan datang dari Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Syaharie Jaang. Dirinya mengimbau kepada seluruh anak negeri di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, dia juga mengajak kepada masyarakat Kalimantan untuk senantiasa menjaga kekompakan, keamanan serta kondusivitas.

Pada kesempatan berbeda, Presiden RI Joko Widodo menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan adat Kalimantan Timur di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Para tokoh masyarakat tersebut menyampaikan aspirasinya serta mendukung pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan tersebut tokoh  masyarakat adat Kaltum juga memberikan berbagai masukan terkait dengan pembangunan IKN, mulai dari pentingnya memperhatikan kearifan lokal, penguatan SDM dan juga aspek budaya.

Sultan Kutai Kartanegara, Muhammad Arifin juga menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik pembangunan IKN di Kalimantan Timur serta mendukung penuh 100 persen diadakannya pembangunan IKN.

Hal senada juga disampaikan oleh Sultan Paser Muhammad Jarnawi, yang menyebut bahwa Kesultanan Paser amat antusias terhadao rencana pembangunan IKN. Ia meyakini, pembangunan dan pemindahan IKN ini akan membawa wajah baru dan martabat Indonesia di mata dunia.

Sementara itu, Kepala Adat dayak Kenya, Ajang Tedung juga menyambut rencana pembangunan IKN. Selain itu, dirinya juga meminta agar masyarakat adat dilibatkan dalam Badan  Otorita maupun pembangunan fisik IKN tersebut.

Ketua Pemuda Pancasila Ranting Kecamatan Sepaku PPU, Erwin Mushal mengatakan bahwa pihaknya mendukung dan siap mengawal pembangunan IKN Nusantara. Pihaknya juga mendukung adanya 16 ribu tenaga kerja di IKN Nusantara dan siap untuk membantu proses rekrutmen tenaga kerja tersebut. Pemuda Pancasila siap berkolaborasi dengan pemerintah, TNI dan Polri demi kelancaran dan kamanan pembangunan IKN Nusantara.

Baca Juga : IKN Picu Pesatnya Perkembangan Palangka Raya

Dukungan kepada pembangunan IKN juga datang dari Rizal Efendi selaku Ketua Komando Pertahanan Adat Dayak Kalimantan (KPAPDK) dan Tokoh masyarakat adat sepaku, PPU, mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mengawal  pembangunan IKN Nusantara.

Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memilih wilayah kampungnya yang merupakan tempat nenek moyangnya berasal di mana saat ini diharapkan akan menjadi bagian dari IKN.

Hal lain yang dilakukan Pemkot Samarinda adalah melakukan pembenahan pada sektor pariwisata, seperti merevitalisasi Sungai Mahakam yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berkelas dunia.

Di sisi lain, Samarinda berkomitmen dalam pengendalian banjir, kemudian terus melakukan peningkatan kapasitas SDM dan berbagai upaya lain. Semua dini dilakukan untuk menyambut IKN agar masyarakat menjadi subyek, bukan penonton saat IKN sudah pindah ke Kalimantan.

Keputusan untuk memindahkan IKN dari Jakarta ke Kalimantan nampaknya menghadirkan komitmen serta semangat baru bagi masyarakat di Kalimantan.

Revitalisasi sungai hingga pengendalian banjir, merupakan bukti bahwa kehadiran IKN mampu membawa perubahan besar bagi Kalimantan.

Muhammad Bijak Ihamdani selaku anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, meyakini IKN yang akan dibangun di Penajam Paser Utara dan sebagian kabupaten Kutai Kartanegara bakal berdampak terhadap pembangunan dan perekonomian di Kaltim.

Baca Juga : Aparat Keamanan Berkomitmen Berikan  Pelayanan Prima di DOB Papua

Masyarakat lokal juga harus menyiapkan diri untuk menyongsong IKN Indonesia baru tersebut, sebab akan membuka peluang pekerjaan dan berbagai peluang usaha.

Peningkatan sumber daya manusia lokal sangat penting agar mampu bersaing di berbagai sektor, serta Pelaku UMKM juga harus mendapatkan pelatihan demi meningkatkan kualitas produksi dan pelatihan pemasaran berbasis digital.

Yakobus Kumis selaku Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), mengatakan bahwa pihaknya terbuka dengan rencana pemindahan ibu kota negara ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Pasalnya, rencana tersebut bukan merupakan sesuatu yang dilarang.

Yakobus menuturkan bahwa pemindahan ibu kota bukanlah sesuatu yang haram. Alasan pemindahan ibu kota tentu saja sudah melewati kajian yang luar biasa.

Sebelumnya, Masyarakat Dayak Paser menyatakan dukungannya atas keputusan Presiden Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dukungan tersebut diaktualisasikan oleh Lembaga Adat Paser Kabupaten Penajam Paser Utara dengan menggelar ritual adat Tambak Pulut dan Tepung Tawar.

Masyarakat Dayak Paser merupakan suku asli Benuo Taka. Mereka berjanji akan menjaga kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan pemindahan ibu kota tersebut.

Sementara itu, Masyarakat etnis asli Pulau Kalimantan telah menyatakan kesepakatan dan memberikan dukungan penuh dalam proses pemindahan Ibu Kota Negara.

Dukungan terhadap IKN merupakan hal yang diperlukan guna percepatan pembangunan IKN, dukungan inilah yang akan membuat progres pembangunan menjadi lebih bermakna.

Artikel Terkait

Leave a Comment