Manokwari – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa siap memperketat pengawasan penyalahgunaan senjata api dan amunisi yang dipakai prajurit.

Adapun pengetatan pengawasan tersebut penting menyusul meningkatnya penyalahgunaan senjata api dan amunisi itu.

Pihaknya juga memastikan akan menindak tegas setiap prajurit yang terlibat penyalahgunaan senpi dan amunisi.

“Ini penting dilakukan karena meningkatnya kasus penyalahgunaan senjata api dan amunisi oleh anggota TNI pada 2022,” tutur Saleh di Jayapura, Papua, Senin (15/5/2023).

Masih dari keterangannya, peningkatan kasus penyalahgunaan senpi yang melibatkan masyarakat dan anggota TNI terjadi mulai Januari hingga Juli 2022 sehingga ada 22 kasus.

“Meminta seluruh para komandan satuan yang bertugas di Bumi Cenderawasih, untuk memperketat pengawasan keluar masuk senjata api dan amunisi terhadap prajurit TNI,” tandasnya.

Sementara untuk tahun ini, terdapat dua kasus di Kabupaten Jayawijaya. Sehingga ia tidak akan segan-segan akan menghukum tegas oknum prajurit yang terbukti memperjualbelikan senjata dan amunisi.

Artikel Terkait

Leave a Comment