Manokwari – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan Prajurit TNI tidak akan memberikan amunisi sebagai alat negosiasi untuk membebaskan Pilot Susi Air Kapten Philips Mark Marthens dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Hal itu lantaran KKB bukan merupakan angkatan perang.

“Kalau minta amunisi, minta jatah, untuk apa? Dia (KKB) bukan angkatan perang,” kata Yudo dalam wawancara khusus bersama iNews TV di Manggarai, NTT, pekan lalu.

Yudo mengatakan TNI masih membuka diri dalam bernegosiasi. Sehingga, tambahnya, negosiasi seharusnya yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah.

“Kalau untuk penyelesaian masalah silakan, mau minta minta apa, minta pembangunan sekolah, minta pembangunan sarana kesehatan, minta pembangunana apa mungkin bisa ditindaklanjuti,” tambahnya.

Dalam kesempatannya, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) ini mengklaim banyak tindakan persuasif prajurit TNI yang berhasil. Tak hanya itu, bahkan warga masyarakat pun juga banyak yang bergerak bersama TNI.

“Banyak yang berhasil TNI (Persuasif) yang digelar disana, banyak yang masyarakat bersama kita untuk menjaga wilayahnya, banyak. Jadi selama ini yang diblow up media selalu yang serangan,” tutupnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment