Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru

by Redaksi

Pemerintah telah menarik kembali kebijakan untuk menerapkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 selama libur Natal 2021 dan Tahun baru 2022 (Nataru). Keputusan ini ternyata menuai kritik dari beberapa pihak.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, pembatalan PPKM level 3 malah menimbulkan kebingungan publik. Jika berkaca pada tahun lalu, penularan Covid-19 melonjak tajam usai momentum libur Nataru.

“Selama ini publik memahami bahwa akan ada gelombang ketiga sebagaimana yang disampaikan oleh pemerintah. Kemudian ternyata pemerintah mengubahnya. Di satu sisi ada pengalaman buruk saat libur Nataru tahun lalu.

Di sisi lain, Trubus juga menilai kurangnya koordinasi antar kementerian dan lembaga instansi terkait pembatalan PPKM level 3 ini. Menurut dia, ada kompetisi bukan hanya di pusat tetapi juga di daerah.

“Ada koordinasi yang minim antara kementerian dan lembaga di mana pada saat diumumkan pertama kali oleh pemerintah kemudian dalam beberapa waktu dibatalkan. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah kurang koordinasi dalam menangani Covid,” ungkapnya.

Dia menuturkan, angka penularan yang terbilang rendah dalam beberapa waktu terakhir juga perlu diantisipasi. “Sementara dari aspek ekonomi, sebaiknya dikembalikan lagi pada level-level yang sudah ada di setiap daerah masing-masing,” tuturnya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Pemerintah tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode libur  Natal dan tahun baru pada semua wilayah. 

Menko Luhut menilai untuk Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku dan akan melakukan pengetatan regulasi perjalanan. 

“Pemerintah telah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai aturan berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan,” kata Menko Luhut dalam keterangan persnya, 

Artikel Terkait

Leave a Comment