Pemuda Adat Papua: Penembakan KSTP di Distrik Beoga Pelanggaran HAM

by Redaksi
Penembakan oleh teroris KST Papua Intensitas serangan oleh KST Papua meningkat tiga bulan terakhir (ilustrasi)

Jakarta – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua (PAP) Jan Christian Arebo menilai penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, Papua, yang menewaskan delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika merupakan pelanggaran HAM.

“Penembakan yang dilakukan KSTP ini sudah dikategorikan sebagai pelanggaran HAM,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Menurutnya, sejatinya warga Papua tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur. Masyarakat di Bumi Cenderawasih juga tidak anti terhadap pendatang atau anti-investasi.

Pembangunan oleh pemerintah, lanjut dia, tetap harus jalan untuk mewujudkan rasa keadilan sosial rakyat Indonesia.

Proyek yang sedang berjalan adalah penyempurnaan konektivitas di Tanah Papua, baik Trans Papua maupun jaringan telekomunikasi.

Dia menduga ada aktor atau oknum tertentu yang menginginkan Papua tidak kondusif. Kemudian menyebarkan berita-berita melalui media sosial, seolah-olah Papua tidak kondusif dan selanjutnya dimainkan.

“Sebagai generasi Papua yang punya semangat kebangsaan dan cinta NKRI, saya akan terus menjadi garda terdepan untuk menjaga Papua dalam bingkai NKRI,” tegas dia.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Helmy Faishal Zaini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang sehingga pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat dilakukan dengan lancar di Papua.

Menurutnya, Indonesia harus bisa menunjukkan pada dunia internasional bahwa sudah ada pembangunan yang bersifat komprehensif, termasuk upaya-upaya yang serius dalam pengembangan sumber daya manusia.

Adapun dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, intensitas serangan yang dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua semakin sering terjadi. Bahkan, penyerangan itu menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, baik dari prajurit tiga matra TNI maupun masyarakat sipil.

Sebelum menembak mati dua prajurit TNI AL di Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-33, Kabupaten Nduga pada Sabtu (26/3) KKB sempat membakar belasan rumah atau camp warga, termasuk bangunan perumahan puskesmas, serta perumahan guru di Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Sabtu (19/3/2022) dan melepaskan tembakan terhadap personel Polri. Namun, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Lalu, KSTP juga menyerang para pekerja tower Palaparing Timur Telematika (PTT) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Rabu (2/3/2022). Akibatnya, delapan orang pekerja yang sedang memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Kampung Kago meninggal dunia.

Tidak hanya itu, KSTP pun menyerang Bandara Aminggaru, Ilaga, Sabtu (19/2/2022). Akibatnya, satu prajurit Kopasgat TNI AU, Praka Hermansyah dan seorang warga sipil yang merupakan karyawan PT Martha Tunggal Teknik (MTT) bernama Glenn Sumampouw mengalami luka tembak.

Selain melakukan penembakan, KSTP juga membakar rumah warga yang menjadi mes karyawan PT Martha Tunggal Tehnik (MTT) yang ada di Kampung Wako. Aksi pembakaran rumah warga dan meskaryawan PT MTT terjadi sekitar pukul 16.45 WIT.

Beberapa serangan pun terjadi pada Januari 2022. Pertama, KSTP melakukan penyerangan di perbatasan Kampung Kamat dan Kampung Faan Kahrio, Distrik Aifat Timur Tengah Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (20/1) pagi.

Saat itu, sejumlah personel TNI sedang memperbaiki jembatan yang rusak. Satu orang prajurit meninggal dunia dan empat prajurit lainnya mengalami luka tembak dalam penyerangan tersebut.

Serangan berikutnya terjadi di Bukit Tepuk, Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1) pagi. KSTP menyerang Pos Koramil Gome, Satgas Kodim YR 408/Sbh. Tiga personel TNI AD gugur dalam kontak tembak tersebut, dan satu prajurit dalam kondisi kritis akibat luka tembak.

Sumber : republika.co.id

Artikel Terkait

Leave a Comment