anggota TPNPB OPM

Pengamat Militer Sarankan Jokowi Terbitkan Inpres Penumpasan KKB Papua

by Redaksi
anggota TPNPB OPM

Jayapura – Pengamat pertahanan dan militer Connie Rahakundini Bakrie menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menerbitkan instruksi presiden (Inpres) sebagai solusi atas konflik bersenjata di Papua.

“Ini yang kita tunggu dari Presiden Jokowi, contohnya Megawati dengan ketegasan untuk menghajar semua pemberontakan apalagi udah tentara,” kata Connie di youtube R66 Newslitic dikutip, Jumat (19/5/2023).

Connie juga menyebut Jokowi harus bergerak cepat guna menumpas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Salah satu caranya, katanya, adalah dengan mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres).

“Keluarkan Keppres pengguna pertama itu adalah panglima tertinggi. Kalau Keppres lama, Inpres,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Kapendam XVII Cenderawasih Kol Kav Herman Taryaman membenarkan adanya penyerangan yang dilakukan KKB terhadap Satgas Yonif R 321/GT di Mugi-Mam, Sabtu (15/4/2023), sekitar pukul 16.30 WIT.

“Belum diketahui secara pasti berapa korban prajurit TNI yang meninggal dan luka-luka,” kata Kol Kav Herman Taryaman di Jayapura, Minggu (16/4/2023).

Diakuinya, saat ini masih dilakukan pemantauan, tetapi karena cuaca hujan dan berkabut sehingga komunikasi dengan aparat keamanan yang berada di lokasi tersebut belum berlanjut.

“Saat ini berbagai upaya dilakukan untuk memberikan bantuan dan evakuasi sekaligus melakukan pencarian terhadap pilot Susi Air serta berharap semua diberikan keselamatan, perlindungan dan kekuatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong pemerintah untuk mengejar KKB yang melakukan penyerangan tersebut.

“Pemerintah dalam hal ini TNI/Polri harus terus mengejar mereka yang mendukung gerakan separatis ini. Selama dukungan logistik dan lain-lain masih mengalir, maka pemberontakan ini masih berjalan,” ujar Anggota Komisi I DPR Dave Laksono kepada Bisnis, Minggu (16/4/2023).

Politikus Partai Golkar itu juga menyoroti perkembangan upaya penyelamatan Pilot Susi Air Philips Marthen tersebut. Dia menilai sampai dengan saat ini belum ada tanda-tanda penyelamatan bisa dilakukan.

“Sudah 3 bulan lebih, masih belum ada tanda-tanda bisa diselamatkan sang pilot tersebut,” ujarnya.

Baru-baru ini, KKB juga menyandera beberapa petugas BTS di Papua dan meminta tebusan sejumlah uang kepada Pemerintah.

Artikel Terkait

Leave a Comment