Jakarta – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 dapat mencapai 5,2%. Target ini sejalan dengan proyeksi dari sejumlah lembaga internasional seperti IMF (5,9%), OECD (5,2%), dan World Bank (5,2%). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proyeksi itu akan bisa dicapai dengan catatan kondisi kesehatan stabil dan nilai ekspor naiknya besar karena harga komoditas juga sedang tinggi.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di tahun depan tetap akan bergantung pada keberhasilan pengendalian pandemi yang didukung kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, menjalankan vaksinasi, dan membatasi kerumunan, kemudian respon kebijakan ekonomi yang tepat dari sisi fiskal dan moneter serta penciptaan lapangan kerja dan kesiapan bertransformasi.

“Kalau dari APBN capaiannya maksimal, kemudian dari segi investasi sudah memenuhi target, juga dari konsumen dan sektor industri yang pulih, maka inilah empat engine yang membuat ekonomi kita bergerak,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pengendalian pandemi COVID-19 menjadi kunci daerah untuk meningkatkan ekonomi dan mencapai target pendapatan.

“Pengendalian pandemi ini kunci untuk mencapai target pendapatan dan
melakukan eksekusi program sesuai rencana belanja,” katanya.

Namun, lanjut dia, apabila pandemi COVID-1 9 tidak terkendali, maka pemerintah akan sulit untuk mencapai target pendapatan dan belania karena dalam mengelola pemerintahan, baik di pusat maupun daerah itu sama, yaitu
bagaimana pendapatan lebih bear dari belanja.

“‘Pendapatan banyak, ya kira-kira belanja di bawahnya, itu namanya surplus. Jangan sampai target pendapatan tidak sampai, malah belanjanya yang banyak sehingga akan defisit, tidak bisa dieksekusi” katanya

Artikel Terkait

Leave a Comment