JAKARTA – Kasus Covid-19 Omicron di Indonesia semakin banyak. Pemerintah akan memperketat aturan karantina bagi warga asing atau warga negara Indonesia yang datang dari luar negeri. Pasalnya, Covid-19 Omicron di Indonesia berasal dari luar negeri atau imported case.

Menanggapi hal tersebut,
 Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah saat ini sedang fokus melakukan evaluasi berkelanjutan terkait pengawasan karantina sesuai Surat Edaran (SE) Satgas yang berlaku.

“Disamping itu, adanya kasus Omicron di Indonesia membuat pemerintah mengetatkan pengawasan di pintu-pintu masuk kedatangan luar negeri,” katanya

Pengetatan tersebut, lanjut Wiku, diutamakan pada kedatangan dari negara-negara dengan tingkat kasus Omicron yang terdeteksi tinggi. Sebagai langkah lebih lanjut, ia berharap masyarakat dapat mengambil peran dalam mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia.

Di sisi lain, Pemerintah menambah jumlah tes PCR bagi orang yang dikarantina usai pulang dari luar negeri. Kebijakan itu diberlakukan menyusul satu pasien Covid-19 varian Omicron lolos dari karantina di Wisma Atlet, Jakarta, karena dispensasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan biasanya peserta karantina dites sebanyak dua kali. Saat ini, pemerintah akan melakukan tes PCR tiga kali kepada orang yang dikarantina.

“Aturannya akan kami ubah. Kalau tes satu positif dan tes dua negatif, maka tes ketiga kalau ternyata negatif, ya artinya negatif. Kalau positif, ya dia harus karantina,” kata Budi

Artikel Terkait

Leave a Comment