Perlu Upaya Luar Biasa Untuk Tuntaskan Vaksinasi Demi Mencapai Herd Immunity

by Redaksi

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan bahwa butuh upaya extra ordinary atau luar biasa untuk merealisasikan target vaksinasi demi menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

Menurut Ma’ruf jika ingin mencapai target tersebut taling tidak harus bisa mencapai 208,5 juta jiwa.

“Dalam rangka upaya itulah maka Bapak Presiden menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasikan kekuatan, bersama-sama jajaran Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan percepatan vaksinasi nasional,” katanya pada sambutan acara Seminar Sekolah Sespimti Polri Dikreg Ke-30 Dansespimmen Polri Dikreg Ke-61,”

Ma’ruf menjelaskan bahwa sampai 3 Oktober, secara nasional vaksinasi dosis pertama mencapai 45,03 persen dan dosis kedua 25,29 persen. Artinya, masih diperlukan kerja keras untuk mencapai herd immunity 70 persen cakupan vaksinasi pertama dan kedua.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan, rata-rata vaksinasi harian per minggu telah mencapai 1,4 juta dosis per hari. Dengan kecepatan vaksinasi tersebut, diperkirakan masih dibutuhkan 7 bulan dari sekarang atau sekitar pertengahan tahun 2022 untuk mencapai cakupan 70 persen.

“Bila kita menginginkan proses vaksinasi selesai pada akhir tahun 2021 ini juga, maka kecepatan vaksinasi perlu ditingkatkan menjadi 2,5 juta vaksinasi per hari,” jelasnya.

Ma’ruf menjelaskan bahwa pemerintah mengharapkan TNI dan Polri terus membantu peningkatan percepatan vaksinasi di daerah yang masih rendah capaiannya, termasuk di aglomerasi. Dia mencatat masih banyak daerah yang tertinggal.

Prioritas sasaran vaksinasi juga perlu diberikan kepada kelompok lansia, yang baru mencapai 6,6 juta orang untuk dosis pertama.

Sedangkan dosis yang lengkap baru 4,4 juta orang, dari jumlah sasaran lansia 21,5 juta orang. Di samping itu, tambah Ma’ruf, untuk mendukung dibukanya kembali pendidikan tatap muka (PTM) juga perlu memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga pendidik yang ditargetkan sebanyak 5,06 juta orang.

Sampai saat ini, baru 2,55 juta yang tercatat telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 2,1 juta orang dosis kedua. Cakupan vaksin bagi tenaga pendidik, orang tua siswa, serta siswa yang memenuhi syarat perlu ditingkatkan untuk menghindarkan terjadinya kluster baru di sekolah.

“Saya meminta perhatian agar para guru, murid, dan orang tua pelajar harus sudah dipastikan mendapatkan vaksin untuk menjamin keamanan proses pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment