Manokwari – Susi Pudjiastuti berkomentar soal pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Diketahui, Dudung Abdurachman sebelumnya menyebutkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Papua merupakan sekelompok orang kriminal.

Pernyataan Dudung Abdurachman tersebut lantas dijustifikasi oleh Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Menurut Susi Pudjiastuti apa yang telah dilakukan oleh KKB sudah keterlaluan, sebab telah memeras dengan membakar pesawatnya lalu menyandera orang tak berdosa.

“Memeras dengan membakar pesawat, menyandera, menembak orang-orang tidak berdosa, prajurit putra-putra bangsa gugur,” kata Susi Pudjiastuti seperti dikutip kilat.com, pada Selasa 23 Mei 2023.

Diketahui mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI merugi sekitar Rp 30,4 miliar setelah pesawatnya dibakar oleh KKB di Papua.

Kasus ini belum diketahui titik terangnya, sementara semua pihak masih berusaha mencari jalan keluar yang dirasa paling tepat. Terutama usai tewasnya dua prajurit yang diserang oleh KKB di Papua.

Pesawat berjenis Pilatus PC-6 Turbo Porter tersebut dibakar oleh Organisasi Papua Merdeka. Sebagai informasi, pesawat jenis itu tidak lagi diproduksi kembali.

Sementara, sang Pilot Captain Philip Mark Mehrtens disandera oleh kelompok kriminal tersebut.

Oleh karena itu, Susi Pudjiastuti menanggung kerugian yang tidak bisa diprediksi. Sebab, selain dua kerugian tersebut, penerbangan dari maskapai PT ASI Pudjiastuti harus ditunda.

Dalam wawancaranya, Dudung mengungkap KKB merupakan kelompok kriminal yang hanya cari makan. Diyakini oleh Dudung, sekitar 90% masyarakat Papua masih cinta NKRI.

Hanya sebagian kecil yang mendukung KKB yang memanfaatkan dana desa, kecamatan dan otonomi guna memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Kegiatan politik kelompok tersebut sebenarnya hanya terbatas. Salah satu cara menarik perhatian dan respons dari luar, mereka melakukan penyanderaan.

Namun, menurut netizen TNI-Polri dinilai terkesan bergerak terlalu lambat untuk memberantas KKB di Papua.

Dudung menjelaskan jika pihaknya bukan bergerak lambat, tetapi berhati-hati agar tidak menelan banyak korban jiwa.

Taktik KKB yang selalu berlindung di belakang hingga membaur dengan anak-anak dan perempuan, menjadi alasan kuat TNI-Polri untuk lebih berhati-hati dalam bertindak.

Sampai saat ini, nasib Captain Philip masih berada di tangan KKB. Mengenai kasus ini Presiden Jokowi dan jajarannya telah menggelar rapat internal di Papua, pada 21 Maret 2023.

Jokowi mengupayakan agar pilot asal Selandia Baru tersebut segera bebas. Namun, baginya keselamatan yang menjadi utama, jadi menurutnya berhati-hati dalam bertindak sangatlah penting.

KKB membuat perjanjian, akan membebaskan pilot tersebut dengan syarat Papua bisa merdeka.

Sudah sejak bulan Februari, Pilot Susi Air menjadi tawanan KKB. Oleh karena itu, Pemerintah Selandia Baru juga ikut berupaya membebaskan dengan damai dan aman.

Pihak Selandia Baru memahami situasi yang sedang terjadi di Papua, sehingga mereka tidak berkomentar lebih jauh.

Mereka akan bekerja sama dengan pihak berwenang dari Indonesia. Termasuk juga ikut mengerahkan staf konsuler dari Selandia Baru.

Artikel Terkait

Leave a Comment