Polda Papua Tahan 3 Polisi Diduga Bantu Kabur Bupati Mamberamo Tengah

by Redaksi

Tiga polisi yang merupakan pengawal Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak ditahan Propam Polda Papua. Ketiganya diduga membantu pelarian Ricky yang merupakan tersangka KPK. “Dari laporan yang diterima, RHP (Ricky Ham Pagawak) sudah melarikan diri ke Papua Nugini melalui Skouw, Jayapura dengan melintas jalan setapak ke Wutung, East Sepik,” ucap Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri pada Minggu, 17 Juli 2022, seperti dilansir kantor berita Antara, Selasa (19/7/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Propam Polda Papua Kombes Gustav Urbinas menyatakan sudah menahan tiga anggota Polri karena diduga terlibat dalam upaya kaburnya Ricky. Tiga anggota Polri yang ditahan itu masing-masing Aipda AI dan Bripka JW yang berasal dari Brimob serta Bripka EW dari Polres Mamberamo Tengah. Ketiga merupakan pengawal Ricky yang menjabat sejak sebagai Bupati Mamberamo Tengah. “Aipda AI dilaporkan yang menyiapkan kendaraan yang dipakai untuk kabur dan menyiapkan handphone (HP) untuk RHP,” ucap Kombes Gustav Urbinas.

Sebelumnya KPK resmi memasukkan Bupati Mamberamo Tengah, Papua Ricky Ham Pagawak, dalam daftar pencarian orang (DPO). Ricky kabur saat hendak dijemput paksa penyidik KPK. “Salah satu pihak yang telah ditetapkan sebagai Tersangka dalam perkara dugaan TPK berupa pemberian dan penerimaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah Provinsi Papua, benar, KPK nyatakan, telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (18/7/2022).

Ali menjelaskan, saat ini KPK juga telah memeriksa sejumlah kerabat dekat Ricky Ham. Mereka ditanyai terkait proses pelarian Ricky Ham. “Untuk mengungkap keberadaan Tersangka dimaksud, Tim Penyidik telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada berbagai pihak di antaranya orang-orang terdekat Tersangka yang diduga turut membantu proses pelarian Tersangka,” ujarnya.

“Saat ini tim masih menganalisa berbagai keterangan pihak dimaksud,” lanjut Ali. Ali mengingatkan seluruh pihak agar tidak membantu atau menghalang-halangi penyidikan dengan cara membantu Ricky bersembunyi atau melarikan diri. Ali memastikan ada jerat pidana bagi pihak yang merintangi proses penyidikan.

“KPK meminta para pihak tidak membantu Tersangka melakukan persembunyian atau penghindaran atas proses penegakkan hukum secara sengaja. Karena dapat dikenai pidana merintangi proses penyidikan perkara,” ucap Ali. Ali juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Ricky agar melaporkannya kepada KPK atau kepada aparat penegak hukum. Tujuannya, agar Ricky cepat diproses hukum. “Dengan status DPO ini, KPK mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaannya dapat segera melaporkan kepada KPK atau aparat lainnya agar bisa segera dilakukan penangkapan,” katanya.

Ali juga mengapresiasi Polda Papua yang turut serta membantu pencarian Ricky Ham. Menurut Ali, KPK, Aparat Penegak Hukum dan elemen masyarakat telah berkomitmen bahwa korupsi adalah musuh pembangunan nasional. “Karena tentu telah menjadi komitmen KPK, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat, bahwa korupsi adalah musuh pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera,” sebut Ali. “Dalam pencarian ini, KPK juga mengapresiasi pihak Kepolisian khususnya Polda Papua yang turut membantu dalam pencarian DPO dimaksud,” tutupnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment