Prediksi Situasi dan Kondisi Politik di tahun 2022

by Redaksi

Jakarta — Menko Polhukam Mahfud Md optimis kondisi politik pada 2022 tetap stabil, kondusif dan terkendali. Walaupun dia memperkirakan di ranah praktis akan lebih dinamis karena jelang Pilkada serentak pada 2024.

“Kondisi Politik tahun 2022 diperkirakan akan tetap stabil, kondusif dan terkendali pada tataran kebijakan, meski di ranah praktis situasinya diperkirakan akan lebih dinamis karena akan ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diselenggarakan secara serentak pada tahun 2024,” kata Mahfud Md saat bincang bersama media di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (30/12) yang lalu.

Dia menjelaskan pada Pilkada Serentak 2024 menyebabkan pada 2022 dan 2023 akan ada 217 plt Kepala Daerah yang saat ini tengah disiapkan oleh pemerintah. Dia pun menjelaskan sampai saat ini persiapan berlangsung dengan baik dan sesuai dengan jadwal. “Sejauh ini, segala persiapan berlangsung dengan cukup baik dan masih sesuai dengan jadwal yang ditentukan,” bebernya.

Sementara itu, Mantan Kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean optimistis kondisi politik pada 2022 tetap stabil, bahkan cenderung hangat. “Situasi politik 2022 menurut saya akan semakin hangat, bahkan cenderung akan semakin panas,” jelas Ferdinand Hutahaean, Jumat (31/12) yang lalu. Pria berdarah Batak tersebut memberikan alasan atas opininya, bahwa persaingan politik akan semakin tinggi.

Ferdinand menilai, bahwa situasi politik 2022 akan makin panas, karena banyak tokoh akan berusaha mati-matian memanfaatkan waktu yang tersisa, guna menunjukan citra dirinya dalam kacah politik nasional. “Setelah selesai menjabat banyak tokoh daerah akan melakukan berbagai upaya untuk tetap eksis di panggung politik,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pakar Komunikasi Politik Lely Arianie, memprediksi pada tahun 2022 gerakan politik akan semakin massif dilakukan. Bahkan, menurut Lely diprediksi akan muncul banyak kelompok-kelompok kepentingan yang bermunculan.

“Jadi gerakan politik akan massif, akan ada banyak kelompok-kelompok kepentingan yang bermunculan kalau kemarin masih malu-malu,” kata Lely Arianie, Jumat (31/12/2021) yang lalu. Terlebih saat ini, kata Lely beberapa partai sudah memiliki nama-nama yang santer diprediksi akan diusung dalam Pilpres 2024.

“Misalnya Gerindra Prabowo, PDIP Puan dan Ganjar,  Demokrat AHY meskipun belum muncul. Termasuk yang baru kemarin, Airlangga sudah dideklarasikan punya relawan,” imbuhnya. Kendati demikian, Lely menyebut Tahun 2022 bagi partai yang belum memiliki tiket menuju 2024 akan mengalami kebingungan. Meski kemudian, ada partai yang sudah bergegas menghelat konvensi pada 2022, meski belum berkoalisi. “Nah yang masih bingung adalah partai-partai yang tidak punya tiket. Meskipun Nasdem misalnya telah menggelorakan konvensi. Tapi jangan lupa, harusnya konvensi itu digagas koalisi dulu baru konvensi,” kata Lely. Menurut Lely hal tersebut bahkan menjadi bukti bahwa selama pandemi Covid-19 menghantam Indonesia, sebenarnya kegiatan politik masih berjalan. (*)

Artikel Terkait

Leave a Comment