Presidensi G20 bagi Indonesia tahun 2022 menjadi bukti pengakuan bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam percaturan ekonomi dan politik global. Grup dua puluh alias G20 (G-twenty ) merupakan kumpulan dari 20 negara yang menguasai 80 persen perekonomian dunia (produk domestik bruto), 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi penduduk dunia. Di awal terbentuknya tahun 1999, Indonesia diwakili oleh Menteri Keuangan dan Bank Indonesia.

Sejak tahun 2008, pertemuan G20 sudah melibatkan pemimpin negara anggota. Presiden Joko Widodo, ketika ditunjuk sebagai presidensi terlihat mendapat dukungan yang penuh dari seluruh negara partisipan. Peran strategis tersebut dengan segera direspon oleh pemerintah Indonesia untuk memformulasikan isu yang bisa memberikan dampak yang luas. Presiden Jokowi menyadari bahwa presidensi ini adalah tonggak sejarah untuk menegaskan posisi Indonesia telah sejajar dengan negara-negara maju di dunia.

Kondisi global yang masih dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 merupakan masalah utama yang harus segera diatasi bersama. Untuk itu, salah satu isu prioritas yang dibahas di puncak pertemuan G20 di Bali nanti adalah sistem kesehatan global (global health architecture). Para menteri kesehatan dari negara G20 sudah menggelar pertemua pertama (The 1st G20 Health Minister Meeting) pada tanggal 20 Juni  2022 di Yogyakarta.

Hasil pertemuan tersebut membahas tentang tiga agenda kesehatan, yaitu memperkuat ketahanan sistem kesehatan global, menyelaraskan standar protokol kesehatan global, dan strategi pemerataan sarana dan prasarana kesehatan untuk antisipasi pandemi. Dalam hal ini, Menteri Kesehatan RI, Budi Sadikin, mengungkapkan bahwa Istana Air Taman Sari menjadi inspirasi untuk membangun sistem kesehatan global.

Isu prioritas yang kedua adalah penguatan transisi energi yang berkelanjutan (sustainable energy transition). Menurut Kementerian ESDM, dalam isu prioritas ini agenda yang dibahas meliputi penguatan sistem energi global yang bersih dan transisi berkeadilan, peningkatan pemakaian teknologi dan transisi energi yang beragam, dan solusi untuk pendanaan/maupun investasi dalam bidang energi.

Lalu, untuk isu prioritas yang ketiga adalah peluang dan tantangan dalam menghadai transfomasi digital. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), ada tiga agenda yang dibahas dalam isu prioritas tranformasi digital adalah konektivitas digital & pemulihan setelah pandemi, literasi & keterampilan digital, dan arus data lintas negara.


Melalui pembahasan isu prioritas tersebut, hasil yang diharapkan dari Presidensi Indonesia untuk G20 pada November 2022 di Bali mendatang adalah kesetaraan akses bagi penanganan pandemi melalui ketersediaan vaksin, pengembangan ekonomi inklusif dan berkelanjutan terutama bagi UMKM di era digital, peran kolektif anggota G20 untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua bangsa, kerjasama aktif melawan korupsi, memperkuat pembiayaan infrastruktur dan teruma untuk meningkatkan kerjasama internasional yang lebih demokratis dan representatif.

Artikel Terkait

Leave a Comment