Manokwari – Berkomitmen untuk memupuk rasa cinta Tanah Air, Barisan Merah Putih (BMP) RI Papua bersama komponen organisasi kepemudaan melaksanakan diskusi kebangsaan merawat papua dalam bingkai NKRI.

Kegiatan tersebut juga dimaksudkan dalam mendukung Pemilu Damai 2024, yang bertempat pada salah satu hotel di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua beberapa waktu lalu.

Ketua Panitia Diskusi BMP RI Papua, Yansen Kareth saat dihubungi Tribun-Papua.com di Jayapura mengatakan kegiatan tersebut ialah yang pertama untuk merefleksikan tentang 1 Mei.

“Di mana pada momen 1 Mei menjadi satu momentum sakral, yakni sejarah Papua kembali ke pangkuan NKRI, dan hal ini tentunya menjadi semangat bagi pemuda agar harus berdiri dan turut serta dalam mengambil bagian membantu pemerintah,” terangnya.

Terutama dikatakannya, untuk mendorong kemajuan pembangunan di Papua agar lebih tersentuh kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekjen BMP RI Papua, Ali Kabay juga mendukung penuh Pemilu damai yang akan dilaksanakan di seluruh Tanah Papua tahun 2024 mendatang.

“Kami mengajak para generasi muda di Papua untuk bersama-sama dengan kami, mendukung setiap program pemerintah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” terangnya.

Selaras dengan Ali, Tokoh Adat Masyarakat Tabi Herman Yoku mengatakan, jikalau kali ini negara masih melihat orang Papua sebagai sesuatu yang potensial.

“Maka saya harap generasi muda Papua harus kreatif, kita memberdayakan sumber daya alam yang ada untuk mensejahterakan masyarakat Papua,” lanjutnya.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada Barisan Merah Putih (BMP) yang sudah menginisiasi bersama-sama dan berkolaborasi dengan beberapa forum pimpinan organisasi kemasyarakatan Pemuda.

“Sehingga kegiatan diskusi kebangsaan ini bisa berjalan dengan baik dan sukses, serta outputnya bisa dilihat,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey yang turut hadir mengatakan, sejarah Papua hari ini memulai peradaban untuk Papua di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Perlu diingat kembali pada tanggal 1 Mei 1963, Papua secara sah ke pangkuan ibu pertiwi, untuk itu kita harus terus menjaga dan merawat Papua di dalam NKRI,” kata Frans.

Artikel Terkait

Leave a Comment