Ruas Jalan Trans Papua Barat Picu Pertumbuhan Kawasan Pemukiman Baru

by Redaksi

Papua Barat, nusaraya.online – Pembangunan ruas jalan Trans Papua Barat di sejumlah daerah selama beberapa tahun terakhir ikut memicu tumbuhnya kawasan pemukiman baru masyarakat di sepanjang ruas jalan tersebut karena adanya akses transportasi maupun ekonomi.

Kepala Satuan Kerja Jalan dan Jembatan Wilayah IV Papua Barat (Bintuni dan Wasior) Ledryk Amto Latuputty di Manokwari, Jumat, mengakui banyak warga yang kini membangun rumah di dekat ruas jalan Trans Papua Barat, karena lebih mudah untuk mengakses transportasi maupun untuk menjual hasil kebun.

“Sama seperti di daerah lain di ruas Trans Papua wilayah Teluk Bintuni hingga Teluk Wondama ada banyak kawasan pemukiman baru yang mulai tumbuh. Ini memang yang diharapkan bahwa dengan dibangun akses jalan di situ maka akan tumbuh kawasan ekonomi baru,” kata Ledryk.

Satker IV Papua Barat telah menangani pengaspalan tiga segmen ruas jalan strategis Trans Papua pada 2022 yaitu segmen Mameh-Windesi-Wasior sepanjang 36 kilometer, lalu segmen Mameh-Windesi-Werabur sepanjang 32 kilometer dan segmen Simpang Goro (Kabupaten Teluk Wondama) hingga ke perbatasan dengan Kabupaten Nabire, Papua sepanjang 46 kilometer.

“Pemerintah menargetkan sampai Maret 2024 seluruh ruas strategis Trans Papua dan Papua Barat sudah harus tuntas. Makanya banyak program pembangunan jalan yang disusun dengan skema multi years (tahun jamak) untuk bisa menyelesaikan semua itu sampai di 2024,” jelas Ledryk.

Adapun ruas strategis lainnya yaitu akses konektivitas dari Windesi menuju Werwosiboro Kaimana, rencananya baru akan dilakukan pengaspalan pada tahap berikutnya.

“Itu segmen prioritas berikutnya untuk akses dari ibu kota Provinsi Papua Barat di Manokwari menuju Kabupaten Kaimana dan Fakfak. Saat ini masih ada perusahaan HPH yang beroperasi di kawasan itu, sehingga kami tetap melakukan pemeliharaan. Namun ruas itu sudah tembus, meski kondisinya masih sebatas jalan padat, tapi sudah bisa dilalui,” jelas Ledryk.

Menurut dia, sebagian besar material untuk pembangunan ruas strategis dan ruas jalan Trans Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Teluk Wondama dan Bintuni didatangkan dari Nabire mengingat waktu tempuh yang lebih singkat dan dekat, ketimbang dari Manokwari.

“Kalau dari Nabire hanya butuh waktu enam jam sudah sampai lewat akses darat, tapi kalau dari Manokwari butuh waktu sekitar 22 jam. Makanya pengiriman logistik seperti bahan bakar, semen, besi dan lain-lain melalui Nabire,” ujarnya.(ant)

Sumber: fajarpapua.com

Artikel Terkait

Leave a Comment