Seorang Pelaku Penyerangan Bandara dan Anggota TNI di Papua Tewas Ditembak

by Redaksi

Menenggen Telenggen, anggota kelompok kriminal bersenjata, tewas dalam kontak senjata dengan Satuan Tugas Penegakan Hukum Damai Cartenz di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (3/4/2022). Menenggen terlibat kasus penyerangan Bandara Ilaga dan tiga anggota TNI AD di Pos Koramil Distrik Gome beberapa waktu lalu.

Insiden terjadi di samping kantor DPRD Kabupaten Puncak pukul 15.45 WIT. Menenggen bagian dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Numbuk Telenggen.

”Kontak tembak terjadi saat anggota Satgas Gakkum bertemu Menenggen, berjarak 100 meter dari pos keamanan. Dia tidak mau menyerah bahkan hendak melepaskan tembakan ke aparat keamanan,” papar Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Faizal di Jayapura pada Senin (4/4/2022).

Tahun ini, KKB pimpinan Numbuk Telenggen sudah beberapa kali berulah. Kelompok ini dua kali menyerang anggota Satgas Kodim dari Batalyon Infanteri Raider 408/Suhbrastha di Pos Koramil Distrik Gome pada 27 Januari 2022.

Tiga anggota TNI gugur dan satu anggota lainnya luka berat dalam dua insiden serangan di Pos Koramil Gome. Ketiga korban gugur adalah Sersan Dua Rizal Maulana Arifin, Prajurit Satu Tupel Alomoan Baraza, dan Prajurit Satu Rahman Tomilawa. Sementara Prajurit Satu Syaiful terluka berat.

Kelompok ini juga menyerang aparat keamanan di Bandar Udara Ilaga dan pekerja jalan di Kampung Kago pada 17 Februari 2022. Aksi ini menyebabkan seorang anggota TNI Angkatan Udara Prajurit Kepala Fermansyah terluka karena terkena tembakan di bahu bagian kanan. Sementara Glen Sumampouw, pekerja, terluka karena tertembak di ketiak bagian kiri.

Faizal menuturkan, anggota Satgas Gakkum, Damai Cartenz, telah menyerahkan jenazah Menenggen ke kerabatnya. Aparat juga menyita sejumlah barang bukti di tubuh Menenggen, antara lain, satu pucuk senjata api laras pendek jenis FN, sebuah tas, dan dua telepon seluler.

”Saat ini seluruh anggota satgas bersama jajaran Polres Puncak dan TNI di Ilaga tetap bersiaga mengantisipasi serangan kelompok Numbuk. Pengamanan di obyek vital seperti Bandara Ilaga juga ditingkatkan,” tambahnya.

Aktivitas Ilaga

Kepala Bandara Ilaga Herman Sujito mengatakan, pihaknya kembali menghentikan aktivitas operasional di Bandara Ilaga pada Senin sekitar pukul 08.00. Penyebabnya, terdengar bunyi tembakan di Kampung Eromaga, dekat area bandara.

”Bandara hanya dibuka hingga penerbangan pertama. Para pilot dari lima maskapai penerbangan tidak berani memasuki Bandara Ilaga sebab ada tembakan di Eromaga. Daerah itu merupakan lokasi pesawat berbelok sebelum mendarat di bandara,” ungkap Herman.

Diketahui, Bandara Ilaga berada di atas ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut dan panjang landasan pacu mencapai 600 meter. Akibat kondisi keamanan yang tidak kondusif, Bandara Ilaga hanya melayani sekitar 20 kali penerbangan setiap hari dari pukul 06.00 hingga pukul 12.30 WIT.

Bandara Ilaga tidak hanya rawan gangguan KKB, tetapi juga sering terjadi kecelakaan pesawat karena kondisi geografis yang sulit dan cuaca yang sering kali berubah sangat drastis. Sebelumya KKB membakar menara pengawas dan ruang tunggu Bandara Ilaga pada 3 Juni 2021. Sehari kemudian, api sudah dipadamkan dan bandara kembali dikuasai aparat TNI/Polri.

Juru bicara Jaringan Damai Papua, Yan Christmas Warinussy, mengatakan, pihaknya menyerukan semua yang terlibat konflik bersenjata menghentikan kekerasan di tanah Papua. Salah satu alasannya, kini telah memasuki bulan Ramadhan dan menjelang perayaan hari Paskah.

Ia berharap, solusi dialog antara para pihak yang bertikai selama ini, baik secara formal maupun informal. Dialog untuk mencapai kesepakatan damai dapat dilakukan di mana pun, baik di dalam maupun luar Papua.

”Presiden Joko Widodo seyogianya dapat memulai proses adanya jeda konflik demi kemanusiaan atau disebut humanitarian pause. Upaya ini demi terbukanya akses pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat di wilayah-wilayah konflik,” kata Yan.

Artikel Terkait

Leave a Comment