Manokwari – Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun memastikan pengembalian jabatan Direktur RSUD Jayapura kepada Aloysius Giay, sudah prosedural dan berdasarkan ketentuan aturan maupun perundang-undangan yang berlaku.

Pengembalian jabatan itu pula berdasarkan instruksi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang merupakan lembaga nonstruktutal mandiri serta bebas dari intervensi politik.

“Soal polemik jabatan Direktur RSUD Jayapura saya tegaskan, saya (hanya) melaksanakan perintah Komisi Aparatur Sipil Negara untuk mengembalikan Aloysius Giai ke posisi semula, yakni sebagai Direktur RSUD Jayapura menggantikan Anton Mote,” kata Ridwan, di Jayapura, Senin (22/5/2023).

Selain itu, sambung Ridwan, ada pula Peraturan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menyebut penempatan dr. Anton Mote, kini telah terdaftar sebagai ASN di Provinsi Papua Tengah, terhitung mulai 1 Februari 2023.

“Kemudian menyusul pula beberapa hari kemudian, ada surat dari Gubernur Papua Tengah tentang pemberhentian gaji yang bersangkutan bersama beberapa pegawai yang pindah ke Papua Tengah juga dan ini sudah kita sudah lakukan,” terang Ridwan.

Gubernur pada kesempatan tersebut memastikan hanya menjalankan tugas sesuai aturan perundang-undangan. Sehingga meski terdengar kabar akan ada gugatan dari pihak Dr. Anton Mote, pihaknya tetap mempersilahkan.

“Kalau ada gugatan ya tidak apa-apa. Semua warga berhak menuntut haknya. Silahkan dilakukan saja,” tandas dia.

Artikel Terkait

Leave a Comment