Seorang aktivis perempuan Papua, Michelle Kurisi Ndoga dilaporkan tewas diduga ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ign Benny Ady Prabowo mengatakan kepolisian telah melakukan penyelidikan, dan meminta masyarakat tak terprovokasi.

“Kami telah melakukan penyelidikan yang teliti untuk mengungkap kebenaran dari informasi ini,” ujar Benny.

“Kami mengajak seluruh masyarakat di Papua dan masyarakat luas untuk tidak terprovokasi propaganda oleh berita yang belum terbukti kebenarannya. Mari kita bersama-sama menunggu hasil penyelidikan yang akan memberikan klarifikasi yang jelas mengenai insiden ini,” imbuhnya.

KKB adalah sebutan aparat terhadap milisi bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Sebelumnya dilaporkan Michelle Kurisi tewas ditembak karena dituding bermaksud mengumpulkan data tentang pengungsi perang masyarakat Nduga.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf TNI Johanis Parinussa menyatakan korban bukanlah mata-mata atau intelijen, melainkan seorang aktivis sosial.

“Tidak ada keterlibatan Ibu Michelle Kurisi Ndoga yang tewas dibunuh oleh kelompok KKB Papua dalam bidang intelijen TNI,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Johanis Parinussa seperti dikutip dari detikSulsel, Rabu.

Johanis mengungkapkan korban merupakan seorang masyarakat sipil biasa. Korban ingin membantu para pengungsi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

“Ibu Michelle Kurisi Ndoga murni masyarakat sipil yang ingin membantu para pengungsi di Nduga,” terangnya.

Sebagai informasi, Michelle Kurisi Ndoga merupakan aktivis sosial yang banyak dikenal masyarakat karena kepeduliannya terhadap masyarakat dan anak-anak di pelosok-pelosok Papua.

Terkait terbunuhnya Michelle Kurisi diduga oleh KKB ini, CNNIndonesia.com belum mendapatkan keterangan resmi dari Jubir OPM Sebby Sambom.

Sementara itu, dalam keterangan resminya pada Rabu malam, Amnesty International Indonesia mengecam pembunuhan Michelle Kurisi dan mendesak rantai kekerasan di Papua untuk dihentikan.

“Rantai kekerasan ini harus dihentikan. Tindakan kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia yang terjadi selama dua pekan terakhir ini tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun. Itu mencabut hak fundamental manusia untuk hidup,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam keterangan tersebut.

“Kami mendesak semua pihak terutama yang berkonflik untuk segera menghentikan kekerasan di Tanah Papua. Kami menyerukan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden-insiden ini dan menangkap para pelakunya. Tanggung jawab hukum harus ditegakkan secara adil dan transparan terhadap siapa pun yang terlibat kekerasan di Tanah Papua,” imbuhnya.

Menurut informasi yang diterima Amnesty International Indonesia, sejumlah orang melakukan pembunuhan terhadap seorang perempuan bernama Michelle Kurisi di Kimbim, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Senin (28/8).

Pembunuhan itu dilakukan karena Michelle diduga melakukan aktivitas yang mencurigakan.

Dalam tayangan video yang diterima Amnesty, korban yang berbaju hitam dan dalam keadaan terduduk tengah memberi penjelasan sambil menyebut kalimat yang terpotong-potong. Tayangan penjelasan tersebut terpotong dan berlanjut dengan tayangan korban yang sudah jatuh telentang di atas tanah dan terluka parah.

“Amnesty International Indonesia tidak mengambil posisi politik apa pun terkait status wilayah Papua, namun mengecam tindak kekerasan berlebihan yang dilakukan pihak-pihak yang terlibat konflik,” demikian keterangan mereka. 

Artikel Terkait

Leave a Comment