Manokwari – Pemilik maskapai Susi Air Susi Pudjiastuti mendesak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membebaskan pilot Susi Air Philips Mehrtens yang saat ini masih disandera.

Susi menyatakan Philips tidak memiliki kaitan dengan permasalahan yang terjadi di Papua. Bahkan Philips melalui Susi Air ikut membantu masyarakat dan pembangunan di Papua.

“Mereka harus kembalikan Phil dengan sehat tanpa syarat. Itu adalah jalan negosiasi yang benar,” ujar Susi dalam wawancara eksklusif di program Rosi KOMPAS TV, Kamis (11/5/2023).

Susi juga mengecam pihak-pihak yang menyebarkan informasi bahwa Phil bagian dari KKB dan penyanderaan hanya sebatas sandiwara.

Penilaian tersebut setelah foto Phil bersama KKB beredar di media sosial.

Menurut Susi korban penyanderaan pastinya akan melakukan apa pun yang diperintah untuk keselamatan dirinya. Begitu juga dengan Phil.

Di sisi lain, pihak KKB menilai Phil adalah bagian dari TNI sehingga menjadi korban penyanderaan.

“Saya cuma mohon demi keberlanjutan kehidupan di Papua, kecukupan logistik untuk masyarakat Papua, demi kebaikan semua, bebaskan Phil tanpa syarat. Dan mereka duduk berunding atau apa dengan pemerintah. Kita bukan bagian dari itu, dia yang harus bicara,” ujar Susi.

Lebih lanjut Susi menilai tindakan KKB terhadap pilot Susi Air, masyarakat, dan aparat keamanan di Papua tidak akan pernah mendapat simpati.

Susi menyadari ketimpangan sosial dan kesejahteraan masyarakat di Papua memang masih jauh dari yang diharapkan.

Tapi bukan berarti tindakan kekerasan terhadap warga tidak bersalah, pembakaran fasilitas umum hingga penyanderaan menjadi satu-satunya langkah untuk memajukan Papua.

Susi menegaskan dirinya sangat mendukung adanya kesejahteraan di Papua.

Ia merasa heran dengan tindakan KKB yang mengeklaim ingin Papua sejahtera dengan memerdekakan diri, namun membakar fasilitas dan membunuh masyarakat sipil.

Akibat penyanderaan dan penyerangan KKB terhadap prajurit TNI, layanan penerbangan printis di daerah pengunungan harus dihentikan sementara.

Dampaknya pasokan makanan, obat-obatan untuk masyarakat di daerah pengunungan juga akan menipis.

“Saya tidak berhadapan dengan apa pun dengan siapa pun tetapi saya berhadapan dengan orang yang tidak punya rasa kemanusiaan. Itu saya akan lawan, saya bicara itu tidak benar,” tegasnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment