JAKARTA – Seiring lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron, masyarakat Indonesia masih terus-menerus diingatkan soal pentingnya pakai masker. Mengingat gejala Omicron relatif lebih ringan dibanding varian Corona lainnya, akankah masyarakat dibolehkan copot masker?
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan, penggunaan masker masih menjadi upaya perlindungan paling maksimal. Mengingat, virus Corona menular melalui droplet yang keluar ketika seseorang yang terjangkit virus batuk, bersin, atau berbicara.

Menurutnya, sesesak apa pun memakai masker, masih lebih berat sesak napas akibat COVID-19. Walhasil, ia menegaskan masyarakat Indonesia untuk tetap patuh protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

“Sesaknya menggunakan masker, nggak enaknya menggunakan masker, itu masih lebih ringan daripada sesaknya kalau dia terinfeksi COVID-19 dan masuk ke kelainan paru yang berat,” ujarnya

Di kesempatan lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengingatkan masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi COVID-19.

Suharyanto mengingatkan jika Kota Cimahi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kenaikan terkonfirmasi positif, sehingga perlu ditekankan kembali pentingnya protokol kesehatan demi mengantisipasi penularan.

“Upaya komprehensif dalam mengantisipasi penularan COVID-19 minimal 2 hal yang penting dilakukan yakni vaksinasi lengkap dan memakai masker,” kata Suharyanto.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Indonesia masih berperang melawan pandemi Covid-19. 

“Kita masih berperang. Saya percaya Indonesia sudah berapa kali perang selalu menang. Yang penting kita mau kompak bekerja sama. Kita memanfaatkan konsep pertahanan semesta,” katanya

Menurut Budi konsep pertahanan semesta merupakan strategi berperang di mana rakyat yang paling berperan menentukan kalah atau menang. Peralatan perang yang kini tersedia seperti penggunaan masker hingga vaksinasi Covid-19 adalah kekuatan yang harus digunakan masyarakat.

“Kita bisa mengatasi perang menghadapi pandemi ini, tetapi bukan di kita kekuatannya, kekuatannya ada di rakyat semua, ada di masyarakat semua. Senjatanya apa?, bukan pistol, bukan bom, senjatanya adalah pakai masker dan cepat divaksin,” katanya.

Artikel Terkait

Leave a Comment