TNI Kirim Batalyon Infanteri 7 Marinir ke Perbatasan Indonesia-Papua New Guinea

by Redaksi

Jayapura – Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai patriot NKRI terus bertekad menjaga kedaulatan negara terutama di wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga. Untuk itu, Wakil Komandan Brigif 4 Mar/BS melepas para prajurit Batalyon Infanteri 7 Marinir ke wilayah perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea.

Para prajurit marinir TNI Angkatan Laut ini akan menjadi bagian dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Korps Marinir Tahun 2023. Upacara pelepasan dilakukan di Mako Yonif 7 Ketapang, Padang Cermin, Pesawaran, Rabu, 17 Mei 2023.

Wakil Komandan Brigir 4 Mar/BS Letnan Kolonel Marinir Anugerah Auliadi mengatakan pelepasan para prajurit marinir ini demi menjaga tegaknya sang Merah Putih di tanah Papua. Sebelum acara pelepasan, para prajurit Batalyon Infanteri 7 Marinir melakukan kesiapan fisik dan mental yang menjadi modal penting dalam melaksanakan pratugas dan penugasan nantinya.

Upacara pelepasan dihadiri seluruh keluarga besar Elang Samudera dan perwira staf Brigif 4 Mar/BS, sebagai apresiasi dan penghargaan kepada personel yang terlibat dalam Pratugas Pamtas RI-PNG, karena bagaimanapun juga nama baik Korps Marinir berada di pundak mereka. Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Letkol Mar Alex Zulkarnain.

“Demi berkibarnya bendera Merah Putih di Papua, ini adalah suatu kepercayaan untuk kita yang harus kita jawab dengan keberhasilan. Siapkan mental dan fisik yang prima khususnya dalam menjalankan Pratugas nanti. Semoga Tuhan Yang Maha Esa berada di setiap langkah kaki prajurit Ajabra,” ujar Komandan Batalyon Infanteri 7 Marini sekaligus Dansatgas Pratugas Pamtas RI-PNG, Letkol Mar Alex Zulkarnain seperti dilansir dari Puspen TNI.

Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Bob Osianto Siregar memberi pesan untuk melaksanakan Pratugas Pamtas RI-PNG Korps Marinir dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan perintah harian, yaitu tentang meningkatkan kesiapan operasional, baik alutsista maupun satuan-satuan operasi. Diikuti dengan peningkatan kemampuan prajurit dalam menjawab panggilan tugas negara yang saat ini berkembang secara dinamis.

Artikel Terkait

Leave a Comment