Manokwari – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) merekrut remaja di wilayah Papua untuk menjadi anggota. Mereka yang direkrut dari kalangan pelajar SMP dan SMA untuk dijadikan tameng menyerang aparat TNI maupun Polri.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Herman Taryaman mengatakan KKB melalui simpatisannya mendatangi langsung dan mempengaruhi para remaja yang menjadi targetnya. KKB melancarkan operasinya ini baik di wilayah Nduga, Papua Pegunungan maupun di Intan Jaya, Papua Tengah.

“Kini gerombolan KKB justru mengajak remaja pelajar SMP/SMA untuk menyerang aparat TNI-Polri,” ungkap Herman kepada wartawan.

Herman tidak habis pikir dengan perbuatan KKB itu. Menurutnya cara-cara yang ditempuh KKB sangat biadab.

“Usai menjadikan tameng kaum perempuan dan anak-anak saat menyerang aparat TNI beberapa waktu yang lalu di Mugi-Mam, Nduga mengakibatkan Prajurit TNI menjadi korban,” paparnya.

“Salah satunya saat aparat TNI Polri melaksanakan pencarian pilot Susi Air di wilayah Nduga maupun di wilayah lainnya di Papua,” tambahnya.

Menurut Herman, tindakan KKB tersebut bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Dia menegaskan kejahatan KKB tidak bisa ditolerir.

Aksi teror KKB tersebut dikatakan membuat warga emosi. Mereka tidak mau anak-anak mereka dijadikan tumbal oleh KKB.

“Jadi tidak salah apabila warga di Nduga maupun di Intan Jaya maupun di daerah lainnya mulai melakukan perlawanan kepada gerombolan KKB, karena keluarga ataupun anak-anak mereka menjadi tumbal dari KKB,” lanjutnya.

Menurutnya hal ini perlu disikapi semua elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh dan menolak ajakan gerombolan KKB.

“Kita semua hati-hati dengan ajakan kepada Para remaja pelajar oleh KKB. Jika ada maka bisa dilaporkan dan tentunya jangan terpengaruh,” jelasnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment